Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) diperiksa penyidik Bareskrim Polri sebagai terlapor kasus ijazah palsu dilaporkan Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana. Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengambil ijazah yang sebelumnya diserahkan kepada Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri melalui tim kuasa hukum pada Jumat (9/5).
Penyerahan ijazah itu sekaligus menanggapi laporan Eggi Sudjana untuk dilakukan uji forensik dalam rangka menentukan keasliannya. Jokowi menyerahkan ijazah asli SMA dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pantauan merdeka.com, usai merampungkan pemeriksaan di laboratorium forensik Bareskrim Polri, Jokowi keluar membawa map hitam berisikan ijazah. Namun terlihat logo ijazah Universitas Gadjah Mada dipegang Jokowi itu sudah tidak terlalu jelas. Tak hanya logo, nama Ir Joko Widodo tertera di map hitam itu juga terlihat sudah memudar.
Jokowi mengatakan bakal memperlihatkan ijazahnya dalam sidang pengadilan apabila diminta oleh hakim yang memimpin jalannya sidang.
"Ijazah nanti akan kami buka, pada saat diminta oleh pengadilan, oleh hakim," kata Jokowi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/5).
Jokowi hari ini memenuhi undangan klarifikasi oleh Bareskrim Polri terkait aduan dari Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana terkait tudingan ijazah S1 Jokowi palsu.
Yang bersangkutan menjalani klarifikasi selama lebih satu jam. Jokowi tiba di Gedung Bareskrim Polri pada pukul 9.43 WIB dan selesai diklarifikasi pada pukul 10.48 WIB.
"Ada 22 pertanyaan yang tadi disampaikan, ya sekitar ijazah, dari SD, SMP, SMA, sampai universitas. Juga yang berkaitan dengan skripsi dengan kegiatan saat mahasiswa, saya kira di sekitar itu," kata Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi melalui tim kuasa hukumnya telah menyerahkan ijazah asli SMA dan universitasnya kepada Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri pada Jumat (9/5).
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, mengatakan penyerahan itu dalam rangka adanya aduan dari Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana terkait tudingan ijazah S1 Jokowi palsu.
“Kami sudah serahkan semuanya (ijazah) kepada pihak Bareskrim untuk ditindaklanjuti, dan dilakukan uji laboratorium forensik,” katanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (9/5).
Ia menjelaskan bahwa ijazah asli tersebut dibawa langsung oleh perwakilan keluarga Jokowi, yaitu Wahyudi Andrianto selaku adik ipar Jokowi, atau adik dari Iriana Jokowi, lantaran merupakan dokumen yang sensitif.
Advertisement