Begini Suasana Pemeriksaan Jokowi Terkait Ijazah di Ruangan Bareskrim
Jokowi diperiksa penyelidik usai dilaporkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), terkait dugaan ijazah palsu.
Presiden ke-7 Joko Widodo mendatangi gedung Bareskrim Mabes Polri, Selasa (20/5) siang. Jokowi diperiksa penyelidik usai dilaporkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), terkait dugaan ijazah palsu.
Dari video yang diterima merdeka.com dari pihak Jokowi, terlihat Jokowi yang memakai kemeja cokelat sambil mengenakan kopiah hitam berada di ruang pemeriksaan. Di ruangan tersebut Jokowi dihadapkan dua orang berseragam putih yang merupakan penyelidik Polri.
Di ruangan tersebut, dua penyelidik itu nampak memperkenalkan dirinya terlebih dahulu dan menjelaskan mengenai agenda pemeriksaan siang hari ini.
Jokowi terlihat duduk dengan tenang di kursi merah sambil mendengarkan pertanyaan, sementara penyelidik melontarkan satu per satu pertanyaan sambil menjelaskan laporan yang dilayangkan leh TPUA.
Sesekali, mantan Gubnerur DKI Jakarta itu menganggukan kepala dan fokus terhadap pertanyaan yang digelontorkan penyelidik.
Pemeriksaan tersebut pun berlangsung selama kurang lebih satu jam. Jokowi kemudian keluar dari lobby Bareskrim Mabes Polri pukul 10.42 WIB. Terlihat Jokowi keluar sambil menenteng map hitam.
Jokowi mengaku, map hitam yang dibawanya itu adalah ijazah aslinya yang beberapa waktu lalu sempat dititipkan ke adik iparnya, Wahyudi Andrianto untuk diserahkan ke Polri.
"Sekaligus saya mengambil ijazah yang saat waktu lalu diantarkan ke bareskrim," kata Jokowi di Mabes Polri, Selasa (20/5).
Pada saat diperiksa, Presiden ke-7 itu mengaku dicecar sebanyak 22 pertanyaan perihal dirinya yang dilaporkan dugaan ijazah palsu.
"Ada 22 pertanyaan sekitar ijazah dari SD SMP SMA sampai universitas juga, masih sekitar itu," jelasnya.
Namun demikian, Jokowi enggan menunjukkan keaslian ijazah itu meskipun sudah berada di tangannya kembali. Dia juga tidak mengatakan secara jelas apakah hasil laboratorium ijazahnya itu yang dilaksanakan Bareskrim telah rampung atau belum.
"Nanti ditanyakan ke penyidik," singkat dia.