Respons Jokowi soal AHY dan Puan Dituding Jadi Koordinator Isu Ijazah Palsu
Tudingan mengenai adanya koordinator penyebaran isu ijazah palsu Jokowi mencuat melalui narasi video yang diunggah kanal YouTube Dibikin Channel.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi enggan menanggapi beredarnya kabar yang menyebut adanya sejumlah tokoh sebagai koordinator penyebaran isu ijazah palsu miliknya. Nama-nama yang disebut dalam isu tersebut antara lain Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Habib Rizieq Shihab, serta Puan Maharani.
Saat ditemui awak media di kediaman pribadinya di Jalan Kutai Utara, Sumber, Solo, Jumat (3/4), ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu mengaku tidak ingin berspekulasi terkait tuduhan yang beredar.
"Saya tidak mau berspekulasi dan saya juga tidak mau menuduh siapapun. Biarkan proses hukum dan proses yang lain berjalan apa adanya," katanya.
Jokowi menegaskan dirinya tidak ingin memberikan tanggapan lebih jauh terkait pihak-pihak yang dikaitkan dengan isu tersebut. Ia memilih menyerahkan persoalan itu kepada proses hukum dan mekanisme lain yang sedang berjalan.
Sikap ini sejalan dengan langkah hukum yang sebelumnya ditempuh terkait polemik tudingan ijazah palsu yang masih menjadi perhatian publik.
Respons soal Nama Rismon Sianipar
Saat disinggung apakah isu tersebut berasal dari Rismon Sianipar, salah satu tersangka dalam kasus ijazah palsu yang dilaporkannya ke Polda Metro Jaya, Jokowi juga memilih tidak menanggapi.
Ia justru meminta awak media untuk menanyakan langsung hal tersebut kepada ahli digital forensik tersebut.
"Ya tanyakan ke dia," tandasnya.
Muncul dari Narasi Video YouTube
Tudingan mengenai adanya koordinator penyebaran isu ijazah palsu Jokowi mencuat melalui narasi video yang diunggah kanal YouTube Dibikin Channel pada Minggu (22/3).
Dalam video tersebut, ketiga tokoh disebut memiliki peran dalam mengatur alur penyebaran informasi terkait tuduhan ijazah palsu ke publik.
Bahkan, video itu menarasikan bahwa seluruh penyebaran informasi harus melalui persetujuan AHY dan Puan selaku koordinator utama.