Diduga Disiksa Senior Silat, Pelajar di Ogan Ilir Meninggal Dunia
Keluarga tak menyangka korban yang saat pamit dalam keadaan sehat malah masuk rumah sakit.
Seorang pelajar, AS (15), tewas diduga akibat disiksa senior di perguruan silat. Atas kematian tak wajar, keluarga melapor ke polisi.
Korban awalnya pamit untuk berlatih silat di Rantau Alai, Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Sabtu (28/2). Saat pergi dia membawa sebatang tebu seperti yang dipinta seniornya.
Begitu teman-temannya sudah pulang, korban tak ada kabar yang membuat keluarga panik. Tak lama mereka dikabarkan bahwa korban dilarikan ke rumah sakit.
Keterangan Keluarga
Keluarga tak menyangka korban yang saat pamit dalam keadaan sehat malah masuk rumah sakit. Kondisi korban makin kritis dan meninggal dunia sehari kemudian, Minggu (1/3).
Orangtua korban, Helmi mengungkapkan, kecurigaan adanya penyiksaan muncul ketika dokter menyebut korban memgalami banyak luka lebam, seperti di leher bagian belakang, punggung, dan paha. Ada juga tulang retak pada lengan dan punggung.
"Dokter yang bilang begitu, buktinya ada, ada rontgennya juga," kata Helmi, Rabu (4/3).
Keluarga Lapor Polisi
Teranyar, keluarga mendapat informasi bahwa korban sempat mengalami penyiksaan saat berlatih silat. Karena itulah keluarga melaporkan kasus ini ke polisi.
"Jenazah anak saya dimakamkan kemarin dan hari ini kami melapor ke polisi. Kami minta keadilan," kata Helmi.
Kasi Humas Polres Ogan Ilir AKP Herman Ansori mengungkapkan, laporan tengah diproses oleh penyidik Satres Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO). Saksi-saksi akan dimintai keterangan dan pengumpulan barang bukti.
"Kasusnya masih lidik," kata Herman.