Sekelompok Orang Bully Siswi di Depok Sambil Live, Orang Tua Ngamuk 'Anak Saya Diinjak Kayak Binatang

Seorang siswi berinisial OZ (15) di Kota Depok menjadi korban perundungan oleh sekelompok orang.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Sekelompok Orang Bully Siswi di Depok Sambil Live, Orang Tua Ngamuk 'Anak Saya Diinjak Kayak Binatang
Literally, "fatherless" refers to the condition of a child who does not have a father because the father is absent either physically or emotionally. ((Image by freepikImage by freepik))

Seorang siswi berinisial OZ (15) di Kota Depok menjadi korban bullying oleh sekelompok orang. Pelaku bahkan melakukan siaran live di media sosial saat melakukan tindakan keji tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (5/7) di rumah pelaku di kawasan Beji, Depok.

Dalam video yang beredar, korban dibully oleh beberapa orang. Korban dipukuli di bagian wajah oleh pelaku sambil menertawakannya. Korban juga dipaksa berlutut sambil memohon ampun. Saat berlutut di hadapan pelaku, leher korban juga diinjak hingga kesakitan dan mencoba memberontak.

Tak terima dengan perlakukan tersebut, RA, orang tua korban melapor ke polisi. Dia sangat menyayangkan peristiwa yang menimpa anaknya. Dia mengaku sangat terpukul dan marah saat mengetahui kronologi kejadian. Menurutnya, perlakuan yang diterima anaknya tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apapun.

“Saya enggak terima anak saya dibikin kayak binatang. Siapapun, terlepas dari benar atau salah anak saya, mereka itu enggak berhak menghakimi anak saya seperti itu. Anak saya diinjak, dipukul, kayak binatang,” katanya di Polres Metro Depok, Selasa (8/7).

Dia mengaku tidak ikhlas dengan perlakukan yang dilakukan para pelaku terhadap anaknya. Dia menegaskan, tidak ada alasan untuk membenarkan tindakan main hakim sendiri seperti yang dilakukan para pelaku.

“Saya enggak ikhlas, enggak rida anak saya diginiin. Saya enggak mau damai. Kalau bisa ya dihukum berat. Saya enggak terima anak saya digituin,” ungkapnya.

Orang Tua Buat Laporan ke Polisi

Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Depok,AKP Made Budi membenarkan adanya aksi perundungan tersebut. Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah wilayah Kecamatan Beji, pada Sabtu (4/7) sekira pukul 20.55 WIB.

Orang tua korban sudah membuat laporan ke Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres Metro Depok. “Orang tuanya sudah membuat laporan atas kasus tersebut dan saat ini juga masih dalam proses pemeriksaan,” katanya.

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus perundungan yang melibatkan sejumlah pelajar perempuan tersebut.

“Ya, diketahui kasus perundungan ini memang masih kami dalami terus, kenapa bisa sampai terjadi seperti itu,” pungkasnya.

Rekomendasi