Bandara Banyuwangi Aktifkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026, Siap Layani Ribuan Penumpang
Bandara Internasional Banyuwangi resmi mengaktifkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H, dengan proyeksi melayani 7.175 penumpang.
Bandara Internasional Banyuwangi, Jawa Timur, telah resmi mengaktifkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi dan pemantauan pergerakan pesawat serta penumpang. Tujuannya adalah untuk menghadapi arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah.
General Manajer Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, menyatakan posko ini juga bertujuan mempercepat penanganan kondisi darurat. Selain itu, posko memastikan kelancaran operasional selama periode krusial tersebut. Pengaktifan posko dimulai pada 13 Maret hingga 30 Maret 2026.
Sebanyak 66 personel gabungan dari internal bandara, TNI, Polri, BMKG, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan dilibatkan. Mereka akan memastikan pelayanan optimal dan keamanan penerbangan bagi seluruh pengguna jasa. Kesiapan ini mencakup aspek operasional dan kenyamanan penumpang.
Kesiapan Personel dan Koordinasi Terpadu Posko Angkutan Lebaran
Mohamad Holik Muardi menjelaskan bahwa 66 personel gabungan disiagakan dalam Posko Terpadu Angkutan Lebaran di Bandara Banyuwangi. Personel ini terdiri dari 30 orang internal Bandara Banyuwangi dan 36 orang eksternal. Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, BMKG, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan.
Selama periode angkutan Lebaran, seluruh personel operasional dan layanan penumpang disiagakan penuh. Tim keamanan penerbangan (aviation security) dan tim teknis juga siaga. Hal ini untuk memastikan pelayanan berjalan optimal dan lancar bagi masyarakat.
Manajemen bandara juga fokus pada peningkatan kebersihan area terminal dan optimalisasi alur penumpang. Fasilitas pendukung dipastikan siap, serta penyediaan informasi penerbangan yang akurat. Semua upaya ini demi kenyamanan pengguna jasa.
Melalui posko terpadu, monitoring harian pergerakan pesawat dan penumpang dilakukan secara intensif. Ini memungkinkan penanganan cepat dan tepat terhadap setiap dinamika operasional di lapangan. Komitmen utama adalah menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, dan lancar.
Optimalisasi Fasilitas dan Keselamatan Penerbangan Bandara Banyuwangi
Berbagai persiapan menyeluruh dilakukan untuk menjamin operasional penerbangan selama periode Angkutan Lebaran berjalan aman dan tertib. Ini termasuk optimalisasi fasilitas sisi udara (airside) dan sisi darat (landside). Peningkatan pengawasan keamanan dan keselamatan penerbangan juga menjadi prioritas.
Koordinasi yang kuat juga dijalin dengan seluruh pemangku kepentingan terkait. Ini meliputi maskapai penerbangan, TNI/Polri, AirNav Indonesia, serta perusahaan ground handling. Instansi terkait lainnya juga dilibatkan untuk sinergi maksimal.
Salah satu persiapan penting adalah pelaksanaan ramp check terhadap kendaraan dan peralatan ground handling. Pemeriksaan ini dilakukan di area operasional bandara. Ramp check mencakup baggage towing tractor, baggage car, towing bar, dan conveyor belt.
Pemeriksaan menyeluruh ini bertujuan memastikan seluruh kendaraan dan peralatan ground handling laik operasi. Selain itu, peralatan harus memenuhi standar keselamatan. Kesiapan ini sangat penting untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan selama periode Lebaran.
Proyeksi Penumpang dan Puncak Arus Mudik Balik di Bandara Banyuwangi
Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Selama periode ini, Bandara Internasional Banyuwangi memproyeksikan akan melayani total 7.175 penumpang. Ini menunjukkan peningkatan mobilitas masyarakat.
Mohamad Holik Muardi menegaskan bahwa periode Angkutan Lebaran adalah momen penting. Momen ini membutuhkan kesiapan maksimal dari seluruh unsur operasional bandara. Mobilitas masyarakat yang sangat tinggi menjadi perhatian utama.
Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi jatuh pada Minggu, 29 Maret 2026. Bandara Banyuwangi telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan penumpang ini.
Bandara berkomitmen memastikan seluruh fasilitas, personel, dan prosedur operasional siap. Hal ini untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Pelayanan prima menjadi fokus utama bagi pengguna jasa.
Sumber: AntaraNews