Tiket Perdana Penerbangan Banyuwangi Surabaya Ludes Terjual, Wings Air Buka Kembali Rute Strategis Ini!
Antusiasme tinggi menyambut kembali rute Penerbangan Banyuwangi Surabaya! Tiket perdana Wings Air ludes, menandai harapan baru bagi konektivitas dan ekonomi daerah.
Pada Rabu (24/9), antusiasme masyarakat Banyuwangi terhadap konektivitas udara kembali memuncak. Tiket penerbangan perdana dari Bandara Banyuwangi menuju Bandara Juanda Surabaya, yang dilayani oleh Maskapai Wings Air, dilaporkan habis terjual. Pembukaan kembali rute strategis ini menandai babak baru bagi mobilitas dan potensi ekonomi daerah.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam konferensi pers penerbangan perdana, mengungkapkan bahwa rute ini telah lama dinantikan. "Sebelumnya rute ini pernah ada, tapi terhenti karena kondisi ekonomi saat itu belum stabil akibat pandemi. Alhamdulillah hari ini sudah mulai beroperasi kembali, mohon doa agar bisa berkelanjutan," ujar Ipuk. Kini, penerbangan Surabaya-Banyuwangi PP akan kembali beroperasi setiap Rabu dan Minggu.
Penerbangan ini menggunakan pesawat jenis ATR 72 dengan kapasitas 72 penumpang, menawarkan harga tiket sekitar Rp700 ribu per orang. Tingkat keterisian dari Surabaya ke Banyuwangi juga menunjukkan angka positif, mencapai 84 persen pada penerbangan perdana tersebut. Hal ini menunjukkan permintaan yang kuat dari kedua arah.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata Banyuwangi
Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa kehadiran rute penerbangan ini akan membuka akses lebih luas menuju Banyuwangi. Khususnya bagi para wisatawan dan pengusaha yang selama ini sering bepergian antara kedua kota tersebut. Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan daya saing daerah.
"Kami berharap ini tidak hanya mendongkrak jumlah wisatawan, tetapi juga menggerakkan ekonomi Banyuwangi, termasuk investasi," kata Ipuk. Konektivitas udara yang lebih baik diharapkan dapat memicu pertumbuhan sektor pariwisata lokal. Serta menarik lebih banyak investor untuk menanamkan modalnya di Banyuwangi.
Pembukaan kembali rute ini diharapkan dapat memberikan dampak domino positif bagi berbagai sektor. Mulai dari perhotelan, kuliner, hingga UMKM lokal. Keberlanjutan operasional penerbangan ini menjadi kunci utama untuk mencapai tujuan tersebut.
Memperluas Konektivitas Nasional dengan Wings Air
Corporate Communication Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan pentingnya rute baru ini. Menurutnya, hadirnya rute Banyuwangi-Surabaya akan secara signifikan memperluas konektivitas regional. Ini adalah bagian dari strategi maskapai untuk menghubungkan lebih banyak daerah.
"Dengan adanya rute ini masyarakat Banyuwangi terhubung dengan 18 daerah lain di Indonesia," katanya lagi. Koneksi ini dapat diakses melalui transit di Bandara Juanda Surabaya. Hal ini membuka peluang perjalanan yang lebih efisien dan beragam.
Penumpang dapat memanfaatkan penerbangan lanjutan ke belasan rute lain yang dilayani oleh Lion Group. Ini memberikan fleksibilitas lebih bagi pelancong bisnis maupun wisata. Serta memperkuat posisi Surabaya sebagai hub penerbangan penting di Jawa Timur.
Potensi Baru: Umrah dan Feeder Penerbangan Lanjutan
Lebih lanjut, Ipuk menambahkan bahwa penerbangan rute Surabaya-Banyuwangi memiliki potensi lain yang besar. Rute ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk jamaah umrah dari Banyuwangi dan sekitarnya. Ini akan mempermudah akses mereka menuju Tanah Suci.
Biro jasa perjalanan umrah didorong untuk menjalin kerja sama dengan Lion Group. Tujuannya adalah untuk membuka layanan khusus atau charter bagi jamaah. Ini akan memberikan kenyamanan dan efisiensi bagi calon jamaah.
"Dengan demikian, penerbangan Banyuwangi-Surabaya bisa menjadi feeder yang menghubungkan jamaah menuju penerbangan lanjutan ke Madinah atau Mekkah menggunakan Lion Air," ujarnya. Potensi ini diharapkan dapat membuka pasar baru bagi industri pariwisata religi.
Sumber: AntaraNews