Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara, mengambil langkah sigap menyambut arus mudik Lebaran 2026. Mereka menyiapkan tenaga kesehatan khusus di Posko Terpadu Angkutan Udara 1447 Hijriah. Inisiatif ini bertujuan menjamin pelayanan kesehatan optimal bagi para pemudik yang melintasi bandara selama periode penting ini.
Kepala Bandara Haluoleo Kendari, Denny Ariyanto, menegaskan bahwa kehadiran tim medis merupakan prioritas utama. Langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi kondisi darurat kesehatan bagi penumpang pesawat udara. Kesiapan ini menjadi krusial mengingat lonjakan jumlah penumpang yang diprediksi akan terjadi.
Posko terpadu tersebut akan beroperasi secara penuh mulai tanggal 13 hingga 30 Maret 2026. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) akan menjadi unsur utama dalam penanganan medis di posko. Tim gabungan juga turut serta memastikan kelancaran seluruh operasional bandara selama periode krusial ini, memberikan rasa aman bagi pemudik.
Advertisement
Advertisement
Denny Ariyanto menjelaskan bahwa penyediaan layanan kesehatan ini sejalan dengan proyeksi kenaikan jumlah penumpang. Arus mudik dan balik Lebaran tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan signifikan, mencapai enam persen. Peningkatan ini menuntut respons cepat dan fasilitas kesehatan yang memadai untuk seluruh pengguna jasa bandara.
"Di posko terpadu kami menyiagakan tenaga kesehatan sebagai langkah antisipasi jika ada penumpang yang jatuh sakit atau memerlukan bantuan medis mendadak selama di area bandara," kata Denny. Pernyataan ini menekankan pentingnya kehadiran tim medis. Kehadiran mereka memastikan setiap kebutuhan darurat dapat tertangani segera dan efektif, demi kenyamanan perjalanan.
Tim medis akan bersiaga penuh selama jam operasional posko, siap memberikan bantuan kapan pun diperlukan. Hal ini bertujuan memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat yang akan kembali ke kampung halaman. "Kesiapan tenaga kesehatan ini menjadi bagian penting dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan pemudik," tambah Denny.
Advertisement
Advertisement
Selain kesiapan tenaga medis, pelayanan di Bandara Haluoleo juga diperkuat oleh personel gabungan. Sedikitnya 40 personel berasal dari institusi seperti TNI, Polri, Basarnas, dan internal bandara. Kolaborasi lintas sektor ini dirancang untuk memastikan kelancaran alur penumpang dan menjaga keamanan di seluruh area bandara.
Pihak bandara memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Lebaran. Grafik permintaan tiket saat ini telah menunjukkan peningkatan signifikan, terutama pada rute-rute favorit. Rute seperti Kendari–Makassar menjadi salah satu yang paling diminati oleh para pemudik, menunjukkan tingginya mobilitas.
"Meskipun kepadatan penumpang meningkat, kami tetap berupaya agar aspek pelayanan publik terutama kesehatan tetap terjaga secara optimal hingga berakhirnya masa angkutan Lebaran," tegas Denny Ariyanto. Komitmen ini menegaskan prioritas keselamatan dan kesehatan penumpang. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk memberikan pengalaman mudik yang aman dan nyaman bagi semua pihak.
Advertisement
Sumber: AntaraNews