Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Prediksi Layani 1,1 Juta Penumpang, Puncak Arus Mudik H-3 Lebaran
Diperkirakan, bandara akan melayani sekitar 1,1 juta pergerakan penumpang serta 6.742 pergerakan pesawat.
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali resmi membuka posko terpadu monitoring angkutan Lebaran 2026/1447 H pada Jumat (13/3). Posko tersebut berada di area publik terminal kedatangan domestik dan akan beroperasi selama 18 hari hingga 30 Maret 2026.
General Manager InJourney Airports Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menjelaskan bahwa posko ini difungsikan untuk memastikan standar layanan bandara tetap terjaga, sekaligus memantau kesiapan fasilitas operasional selama periode angkutan Lebaran.
"Untuk itu, dalam mendukung kelancaran arus angkutan lebaran tahun ini, dimulai pada hari ini hingga 30 Maret mendatang. Posko ini akan menjadi pusat koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam pengawasan operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai selama 18 hari ke depan,” kata Nugroho Jati.
Proyeksi 1,1 Juta Penumpang
Manajemen bandara memproyeksikan lonjakan aktivitas penerbangan selama periode angkutan Lebaran tahun ini. Diperkirakan, bandara akan melayani sekitar 1,1 juta pergerakan penumpang serta 6.742 pergerakan pesawat.
Puncak arus penumpang sebelum Lebaran diprediksi terjadi pada Rabu (18/3) atau H-3 Lebaran dengan sekitar 71 ribu pergerakan penumpang. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada Sabtu (28/3) atau H+6 Lebaran dengan jumlah sekitar 73 ribu penumpang.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, maskapai penerbangan juga telah mengajukan tambahan penerbangan (extra flight). Hingga saat ini tercatat 401 pengajuan penerbangan tambahan, terdiri dari 390 rute domestik dan 11 rute internasional.
Penambahan tersebut diperkirakan menyediakan sekitar 72.076 kursi tambahan untuk penerbangan domestik dan 2.552 kursi untuk rute internasional.
Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Cuaca Ekstrem
Manajemen bandara menyebutkan sejumlah faktor menjadi perhatian selama periode angkutan Lebaran, di antaranya potensi lonjakan penumpang, kemungkinan cuaca ekstrem, hingga kepadatan lalu lintas di sekitar area bandara.
“Pada pelaksanaan posko angkutan lebaran 2026 ini, terdapat beberapa hal yang menjadi atensi kami, diantaranya terkait dengan potensi lonjakan trafik dan pergerakan penumpang, cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, serta potensi kepadatan lalu lintas di sekitar bandara. Berbagai langkah-langkah mitigasi serta alur komunikasi antar instansi telah kami jalankan guna mengantisipasi dampak terhadap jadwal penerbangan,” jelasnya.
Pihak bandara juga mengimbau calon penumpang untuk memperhitungkan waktu perjalanan menuju bandara agar tiba lebih awal dan menghindari kepadatan lalu lintas di sekitar area bandara.
"Kami juga mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara yang akan berangkat melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk memperhitungkan waktu perjalanannya agar tiba di bandara lebih awal untuk menghindari kepadatan di area-area sekitar bandara,” lanjutnya.
Posko Lalu Lintas Disiagakan
Sebagai langkah mitigasi kemacetan di jalur akses bandara, pihak bandara juga menyiagakan posko lalu lintas Lebaran 2026 di simpang AirNav.
Posko ini dijaga oleh personel gabungan dari Polres Bandara, TNI AU, Dinas Perhubungan, Pecalang, serta petugas dari InJourney Airports. Mereka bertugas mengatur dan mengurai kepadatan kendaraan di jalan menuju bandara selama periode sibuk.
Selain itu, posko lalu lintas juga dilengkapi mobil derek untuk mengantisipasi kendaraan yang mengalami gangguan di jalur akses bandara yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan
Operasional posko angkutan Lebaran melibatkan personel dari internal bandara serta berbagai instansi terkait di lingkungan bandara.
Beberapa di antaranya berasal dari Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, Polres Bandara, TNI AU, AirNav Indonesia, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, maskapai penerbangan, hingga petugas ground handling.
Secara keseluruhan, sebanyak 2.598 personel gabungan disiagakan untuk mendukung kelancaran pelayanan angkutan Lebaran 2026.
Operasional Bandara Berhenti Saat Nyepi
Pelaksanaan posko angkutan Lebaran tahun ini juga bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Pada hari suci umat Hindu tersebut, Bandara I Gusti Ngurah Rai akan menghentikan seluruh operasional penerbangan mulai Kamis (19/3) pukul 06.00 WITA hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 WITA.
Meski demikian, pihak bandara tetap menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan penerbangan darurat, seperti evakuasi medis atau keadaan darurat lainnya.
“Kami turut mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk memastikan kembali jadwal keberangkatan maupun kedatangannya di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada periode jelang Hari Raya Nyepi,” ujar Nugroho Jati.