5 Fakta Baru Kasus Diplomat Kemlu Tewas Kepala Terlilit Lakban Kuning
Korban diketahui tewas dengan wajah dililit lakban di kosan kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7).
Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan atas tewasnya staf atau karyawan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yakni ADP (39). Korban diketahui tewas dengan wajah dililit lakban di kosan kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7).
Dalam prosesnya itu, terdapat sejumlah fakta baru ditemukan atas kematian diplomat muda tersebut.
Sempat Naik ke Rooftop Kemenlu dan Tinggalkan Barang
Sebelum ditemukan tewas di kamar indekosnya, ternyata ADP terlihat berada di rooftop gedung Kemlu. Hal ini terekam dari kamera CCTV menunjukkan bahwa ia menuju ke rooftop lantai 12 Gedung Kemlu sekitar pukul 21.43 WIB.
Dalam rekaman tersebut, ia terlihat membawa tas punggung serta kantong belanja, dan selama satu jam dua puluh enam menit, tidak ada orang lain yang terlihat menyusulnya.
Kamera CCTV tidak merekam adanya aktivitas mencurigakan selama ADP berada di lantai atas. Sekitar pukul 23.09 WIB, ia terlihat turun kembali dari atap, namun kali ini ia tidak membawa tas atau kantong belanja yang sebelumnya dipegang.
"Inilah fakta yang ditemukan. Ini masih dikumpulkan terus," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, saat memberikan keterangan kepada wartawan pada hari Kamis, 24 Juli 2025.
20 Rekaman CCTV
Tak hanya rekaman tersebut, polisi kini sudah mengantongi 20 hasil tangkapan kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang merekam aktivitas ADP sebelum tewas.
Rekaman itu mulai dari area kos, gedung Kemlu, hingga sejumlah tempat yang sempat dikunjungi korban selama tujuh hari terakhir.
"Jadi mengungkap peristiwa ini diawali dari mengumpulkan sekecil apapun fakta-fakta dirangkai, disesuaikan, karena dalam proses pembuktian itu harus klop semuanya, antara TKP dengan saksi, TKP dengan barang bukti," ucap Ade Ary.
Wajah Tak Hanya Terbungkus Lakban
Fakta lainnya, tak hanya terlilit lakban saja wajah ADP saat ditemukan meninggal dunia. Melainkan juga terbungkus plastik berwarna putih pada kepalanya.
Saat ditemukan pertama kali, ADP dalam kondisi tertutup selimut, mengenakan kaus dan celana pendek serta amar kos yang terkunci dari dalam.
"Korban ditemukan dalam kondisi wajah tertutup plastik, kemudian terlilit lakban berwarna kuning di tempat tidurnya," ujar Ade Ary.
Kunci Indekos ADP
Ternyata, kamar indekos ADP memiliki tiga kunci untuk masuk ke dalam yaitu kunci manual dari dalam kamar, kunci slot terkunci dari dalam dan kunci akses yang dipegang korban.
Lalu, untuk memasuki rumah indekos, terdapat satu gerbang yang berada di dekat pintu masuk toko vape atau rokok elektrik. Seluruh penghuni dan penjaga kos memiliki kunci pintu gerbang dan untuk akses masuk ke kamar kos ADP ada dua, yaitu melalui pintu dan jendela.
"Gerbang paling akhir di luar kos-kosan (dan toko vape) adalah kunci gembok, yang ada gemboknya dipegang oleh korban," ungkap Ade Ary.
"Pertama pintu, itu dalam kondisi terkunci dari dalam. Kedua jendela, jendela juga ditemukan terkunci dari dalam," sambungnya.
Ditemukan Obat Sakit Kepala dan Lambung Hingga Sidik Jari
Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, polisi telah menyita atau mengamankan sejumlah barang bukti seperti gulungan lakban, kantong plastik, dompet, bantal, pakaian, serta obat sakit kepala dan lambung.
Terkait dengan obat-obatan itu, belum diketahui pasti apakah memang berkaitan dengan penyebab kematian korban atau tidak.
Selain itu, penyidik juga menemukan sidik jari korban pada permukaan lakban. Namun, belum bisa dipastikan apakah lakban tersebut dililitkan sendiri oleh korban atau orang lain.
"Ya beberapa obat ini ya, apa sih itu kalau yang sakit kepala gitu sama obat lambung. Ya hanya itu aja sih (obat sakit kepala dan obat lambung)," kata Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandhi kepada wartawan, Selasa (8/7) malam.
Sementara itu, Wakasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Sigit Karyono mengatakan, kepolisian sudah memeriksa lima saksi termasuk istri ADP. Kemudian penjaga indekos, tetangga indekos hingga rekan ADP.
"Untuk sementara hasil pemeriksaan istri sih memang dia punya sakit lah ya, punya gerd, sakit kolesterol aja sebenarnya. Tapi nanti akan kita padukan dengan hasil autopsi, apakah obat ini diminum atau bagaimana. Nanti kita lihat," kata Sigit, Rabu (9/7).
Turunkan Tim Pusident Mabes Polri
Sigit menuturkan, tim Pusident Mabes Polri diterjunkan untuk mengetahui penyebab kematian ADP. Menurut Sigit, tim Pusident Mabes Polri telah melakukan olah TKP untuk memantapkan penyelidikan penyebab kematian ADP.
"Apakah korban ini benar-benar meninggal karena apa gitu kan, sementara prosesnya masih dalam proses penyelidikan. Masih banyak pemeriksaan yang akan kita lakukan pemeriksaan ahli maupun pemeriksaan terhadap ahli forensik dan CCTV," ujar Sigit.