Polisi masih mendalami kasus tewanya diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), ADP (39). Polisi pun telah meminta keterangan orang-orang terdekat korban sebagai saksi. Total ada lima orang.
"Penyelidik juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang," kata Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak dalam keterangannya, Sabtu (19/7).
Reonald mengatakan, lima orang yang diperiksa antara lain dua rekan kerja, penjaga kos, tetangga kamar korban, dan juga istri korban sendiri.
"Pertama inisial VD atau rekan kerja dari Korban ADP. Kedua, inisial DMS yaitu rekan kerja ADP. Ketiga inisial S atau penjaga kos. Dan saksi yang pertama kali menemukan korban sudah tidak bernyawa di dalam kamar atau yang keempat yaitu FM, dia rekan atau tetangga kos dari korban ADP. Dan yang kelima MAP atau istri korban ADP," ujar dia.
Analisis Organ Dalam
Tak hanya itu, tim psikologi forensik dan laboratorium forensik kini tengah menganalisa organ dalam dan kondisi korban guna memastikan penyebab kematian ADP.
"Dan hingga saat ini masih berjalan. Jadi penyelidik dari Direktorat Reserse Umum Polda Metro Jaya, dalam hal ini Subdit Resmob Polda Metro Jaya sedang menunggu hasil dari Laboratorium forensik dan tim dari Psikologi forensik," ucap dia.
Menurut dia, hasil laboratorium forensik masih butuh waktu. “Kurang lebih enam hari lagi. Masih 6 hari lagi karena memang pemeriksaan labfor memang membutuhkan waktu minimal 2 minggu," ucap dia.
Saat ini, pihak kepolisian terus mengumpulkan bukti-bukti. Dia memastikan, pengungkapan kasus ini akan menggunakan pendekatan scientific crime investigation (SCI).
"Jadi ini mengumpulkan semua keterangan, data. Nanti ahli yang akan bicara dari hasil pemeriksaan organ tubuh dalamnya. Kemudian apa yang didapatkan dari saat otopsinya, dan pada saat pendapaman secara Psikologi forensik. Hasilnya pasti akan kita sampaikan secara transparan dan langsung nanti," ucap dia.
Penemuan Jenazah ADP
Warga Menteng digegerkan dengan temuan jasad pria berinisial ADP (39) di dalam kamar kos Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7).
Korban yang merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) ditemukan dengan kondisi kepala terikat isolasi
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menerangkan, jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB setelah pihak kepolisian menerima laporan dari warga.
“Benar, pagi tadi kami menerima laporan dari warga terkait penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam kamar kos kawasan Gondangdia. Petugas Polsek Metro Menteng bersama Unit Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (8/7).
Advertisement
Jenazah Diautopsi di RSCM
Susatyo menerangkan korban dalam posisi terbaring di atas kasur kamar nomor 105. Saat ditemukan, kepala korban terikat lakban, sementara tubuhnya tertutup selimut di atas kasur.
“Korban berinisial ADP, laki-laki, usia 39 tahun, pegawai Kemenlu asal Yogyakarta. Saat ditemukan, korban dalam posisi terbaring di atas kasur dengan kepala tertutup lakban dan tubuh tertutup selimut,” ucap dia.
Kendati, Susatyo menegaskan, penyebab kematian korban belum diketahui. Untuk memastikan, jasad korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna dilakukan autopsi.
Susatyo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa sejumlah saksi, rekaman CCTV, serta mengumpulkan barang bukti di lokasi.
“Tim Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat bersama Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mendalami dan menganalisa seluruh keterangan saksi, CCTV, dan barang bukti lainnya untuk mengungkap penyebab kematian korban. Kami akan sampaikan perkembangan lebih lanjut,” tandas dia.