Penjelasan Polisi soal Ada Pria Bolak-Balik di Depan Kamar Kos Diplomat Kemlu yang Tewas
Polisi mengaku tak mau terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian korban.
Tewasnya diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), ADP (39) masih misterius. Apalagi, korban tewas dengan kepala dilakban.Korban ditemukan di dalam indekos, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng Jakarta Pusat pada Selasa (8/7) lalu.
Polisi mengaku tak mau terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian korban. Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak memastikan, kasus ini akan diungkap dengan pendekatan scientific crime investigation.
"Sesuai dengan yang disampaikan oleh Bapak Kapolda, ini akan diungkap secara scientific investigation. Jadi kita menunggu, penyelidik menunggu semua keterangan, nanti baru kita sampaikan hasilnya," kata Reonald kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (14/7).
Reonald mengatakan, penyidik berhati-hati dalam menyimpulkan penyebab kematian korban. Saat ini pihak kepolisan masih menunggu hasil pemeriksaan laboraturium.
Penjelasan soal CCTV
Lebih lanjut, Reonald kembali menerangkan hasil analisis CCTV di sekitar kamar korban. Sosok pria yang terlihat mondar-mandir di area kos, diungkap. Dia adalah penjaga kos yang sempat dihubungi tiga kali oleh istri korban untuk memastikan kondisi sang suami di kamar 105.
"Bahwa benar ada istri korban, itu menelpon tiga kali ke nomor penjaga kos. Kami jelaskan, yang pertama pada tanggal 7 Juli 2025, pukul 22.40 WIB, istri korban pertama kali menghubungi penjaga kos ke nomor handphone yang lama, namun tidak aktif, untuk meminta bantuan untuk cek kamar korban," ucap dia.
Reonald mengatakan, sang istri kembali menghubungi nomor baru penjaga kos pada 8 Juli sekira pukul 00.48 WIB. Sama seperti sebelumnya, sang istri meminta penjaga kos mengecek kamar suaminya.
Namun, saat itu penjaga belum langsung membuka kamar. Baru setelah ditelepon lagi pukul 05.27 WIB, penjaga menaruh curiga karena korban tak mengubris.
"Jadi, itulah tiga kali istri korban menghubungi penjaga kos untuk mengecek kamar korban. Itulah kenapa penjaga kos bolak-balik sambil memeriksa kondisi kamarnya korban. Sehingga paginya baru dari penjaga korban untuk membuka kamar," tandas dia.