Terungkap, Sosok Mondar Mandir Depan Kamar Ternyata Penjaga Indekos Diminta Tiga Kali Istri Diplomat Kemlu Cek Keadaan Suaminya

Keberadaan penjaga indekos itu sebelumnya terekam kamera pengawas atau CCTV dan beredar di media sosial.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Terungkap, Sosok Mondar Mandir Depan Kamar Ternyata Penjaga Indekos Diminta Tiga Kali Istri Diplomat Kemlu Cek Keadaan Suaminya
Terungkap, Sosok Mondar Mandir Depan Kamar Ternyata Penjaga Indekos Diminta Tiga Kali Istri Diplomat Kemlu Cek Keadaan Suaminya (Merdeka.com)

Kepolisian mengungkap fakta baru penyelidikan kasus kematian staf atau karyawan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berinisial ADP (39) di indekos kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7). Kepolisian menyebut bahwa sosok pria yang mondar mandir di depan kamar indekos ADP merupakan penjaga indekos.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, penjaga indekos itu lalu Lalang di depan kamar indekos setelah diminta istri ADP mengecek keadaan suaminya sebelum ditemukan tewas dengan wajah dan kepala dilakban isolasi.

Menurut Ade Ary, tindakan penjaga indekos yang bolak-balik ke arah kamar karena istri ADP curiga suaminya tidak merespons panggilan telepon sejak malam. Keberadaan penjaga indekos itu sebelumnya terekam kamera pengawas atau CCTV dan beredar di media sosial.

"7 Juli 2025 pukul 22.40 WIB, istri korban pertama kali menghubungi penjaga kos ke nomor handphone yang lama (sudah tidak aktif) untuk cek kamar korban," kata Ade Ary kepada wartawan, Minggu (13/7).

Berulang Kali Ditelepon

Satu hari kemudian atau pada 8 Juli 2025 sekira pukul 00.48 WIB, istri ADP kembali menghubungi penjaga indekos ke nomor handphone yang baru untuk meminta cek kamar suaminya.

Selanjutnya pada pukul 05.27 WIB di hari yang sama, istri ADP lagi-lagi meminta kepada penjaga indekos untuk memeriksa kondisi suaminya. Saat pengecekan itu pun terekam kamera CCTV.

Terlihat penjaga indekos berjalan dengan ponsel di tangan. Saat itu, dia bertelanjang dada dan menggunakan sarung. Sedangkan, bajunya digantungkan di bahu. Dia sempat menengok ke arah jendela kamar korban namun tak lama.

"Istri korban mengubungi penjaga kos untuk minta cek kembali kamar korban," pungkasnya.

Rekaman CCTV Indekos Arya Daru
Rekaman CCTV Indekos Arya Daru Istimewa

Dalam rekaman CCTV juga terlihat, penjaga indekos kembali ke sekitar kawasan kos korban. Kali ini dia membawa sapu, mengenakan kemeja dan celana pendek. Saat itu, ia hanya menengok dari jendela dan bawah pintu.

Rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian juga memperlihatkan detik-detik saat dua orang berupaya membuka paksa kamar korban.

Keduanya diketahui membuka kamar setelah mendapat persetujuan dari istri korban yang gelisah karena suaminya tak ada kabar.

Dalam rekaman, terlihat keduanya saling berbagi tugas. Satu orang berkacamata tampak mencongkel jendela kamar menggunakan obeng. Sementara satu orang lainnya mendokumentasikan.

Mereka berdua membutuhkan waktu sekitar 2:38 detik sampai akhirnya jendela dicongkel. Meski begitu, keduanya kembali menemui hambatan saat membuka pintu kamar kost. Karena gagang menggunakan sistem Smart Doorlock

Setelah berjibaku upaya mereka membuahkan hasil. Keduanya berhasil membuka pintu dari dalam. Begitu masuk kamar, keduanya langsung keluar dengan wajah panik.

Diduga mereka terkejut melihat kondisi korban yang sudah tak bernyawa dengan kepala terbungkus solasi. Keduanya kemudian bergegas mencari pertolongan.

Sebelumnya, Identitas pria ADP (39) yang tewas dengan wajah dililit lakban di kosan kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7) adalah PNS Kementerian Luar Negeri.

Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandhi mengatakan hasil pemeriksaan awal tak ada luka akibat kekerasan pada tubuh korban.

"Kalau visum luarnya sih tidak ada tanda-tanda kekerasan," kata Rezha dalam keterangannya, Selasa (8/7).

Kendati, Rezha belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Menurut dia, indikasi pembunuhan atau tidak akan terlihat melalui pemeriksaan menyeluruh. Jenazah korban sudah dibawa ke RSCM untuk diautopsi.

"Karena yang bisa mengatakan itu, oh ini pembunuhan atau apa kan dilihat dari hasil autopsi juga," ujar dia.

Polisi telah berkoordinasi dengan keluarga korban. Saudara ipar korban sudah berada di Jakarta, sedangkan istrinya masih dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju ke Jakarta.

"Yang jelas untuk kerabatnya sudah ada atau saudara istrinya, tapi untuk istrinya sendiri masih perjalanan dari Yogya ke Jakarta mungkin masih di pesawat atau bagaimana kami kurang monitor," ucap dia.

Rekomendasi