Polisi masih terus mengusut kasus kematian Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan. Diketahui, mendiang Daru ditemukan tewas dengan kepala terlilit lakban kuning.
Kini, polisi berhasil menemukan jejak digital sebelum Daru ditemukan tewas mengenaskan. Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak menyatakan, sampai hari ini ponsel milik diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arya Daru Pangayunan alias ADP belum ditemukan. Meski sudah berlalu 20 hari sejak peristiwa tersebut, Reonald menegaskan polisi akan terus mencarinya karena dibutuhkan.
"Ponsel sampai dengan kapan pun akan tetap dicari ya, pasti akan tetap ini, akan dibutuhkan," kata Reonald kepada awak media di Jakarta, Senin (28/7).
Meski begitu, Reonald menyatakan fakta yang ingin diketahui dari ponsel sudah diperoleh tim siber Polri melalui salinan whatsApp (WA) dan email dari device lain milik ADP.
"Penyelidik menyatakan walaupun handphone hilang, tidak menghambat dalam pengungkapan dan untuk menemukan fakta apa yang terjadi, karena ada bukti digital. (Tim) cyber dapat mengandalkan email yang ada di koneksi laptopnya yang kebetulan terisi (data) handphone korban, WA dan emailnya," jelas dia.
Advertisement
Reonald melanjutkan, data yang sudah diperoleh tim penyelidik dicocokkan dengan rekam jejak percakapan whatsApp dengan istri korban dan temannya. Hasilnya, ada kecocokan.
"Dikombinasikan dengan WA istri, WA teman, WA yang orang-orang yang sebelum beliau yang bersangkutan itu ditemukan sudah tidak bernyawa, itu handphone-nya kan semua sudah disinkronkan dengan apa yang terjadi," jelas Reonald.
Bahkan menurut Reonald, tidak sebatas chat dan email, pihak kepolisian sudah mendapatkan data taksi yang mengantar ADP. Sopir taksi itu pun sudah dimintai keterangannya.
"Sopir taksi itu juga, supir taksi yang mendapatkan orderan yang untuk mengantarkan orderan itu juga sudah diambil keterangan," Reonald menandasi.
Diketahui, kematian ADP memantik perhatian publik. Sebab, jenazah ditemukan di dalam kamar kos Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7) dalam keadaan kepala dalam kondisi terlilit lakban.
Belum diketahui, apakah yang bersangkutan bunuh diri atau dibunuh. Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB setelah pihak kepolisian menerima laporan dari warga.
Susatyo menerangkan korban dalam posisi terbaring di atas kasur kamar nomor 105. Saat itu, tubuhnya tertutup selimut di atas kasur. Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian misterius Arya Daru. Polisi juga masih mencari ponsel Arya Daru.