Prabowo, Kim Jong Un hingga Vladimir Putin Akan Meriahkan Parade Militer Akbar China
Parade militer akbar China pada 3 September 2025 akan dihadiri Kim Jong Un hingga Vladimir Putin, serta Prabowo Subianto.
Parade militer akbar China akan digelar pada 3 September 2025. Acara ini akan berlangsung di Lapangan Tiananmen, Beijing, dengan tujuan memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Khususnya, parade ini menandai penyerahan resmi Jepang dalam konflik global tersebut. Presiden China Xi Jinping akan meninjau puluhan ribu pasukan bersama pejabat asing dan pemimpin senior China.
Sejumlah pemimpin dunia akan hadir, termasuk Kim Jong Un hingga Vladimir Putin. Kementerian Luar Negeri China mengumumkan kehadiran mereka pada Kamis, 28 Agustus 2025. Ini menjadi sorotan utama dalam agenda diplomasi internasional. Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, juga mengonfirmasi kehadiran Kim Jong Un.
Total 26 kepala negara dan pemerintahan asing akan menghadiri parade tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan eratnya hubungan bilateral dengan China. Parade ini diharapkan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Acara ini juga menjadi ajang pamer kekuatan dan teknologi militer terbaru China.
Daftar Tamu Kehormatan Internasional
Selain Kim Jong Un dan Vladimir Putin, Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto, juga termasuk dalam daftar undangan. Kehadiran Prabowo menunjukkan hubungan erat kedua negara. Ini merupakan bagian dari 26 kepala negara yang diundang untuk menghadiri acara penting tersebut.
Pemimpin lain yang akan hadir meliputi Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Raja Kamboja Norodom Sihamoni serta Presiden Vietnam To Lam juga akan turut serta. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Mongolia Ukhnaagiin Khurelsukh turut diundang.
Tidak hanya kepala negara, China juga mengundang ketua parlemen dan wakil perdana menteri dari beberapa negara. Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong disebut sebagai tamu undangan. Perwakilan organisasi internasional dan mantan pemimpin negara juga akan menghadiri acara ini.
Menariknya, tidak ada pemimpin dari negara-negara Barat utama yang akan hadir, kecuali Perdana Menteri Slovakia Robert Fico. China juga secara khusus mengundang sahabat internasional yang berkontribusi dalam Perang Perlawanan Rakyat China Melawan Agresi Jepang. Sekitar 50 orang sahabat internasional dari 14 negara akan hadir.
Pameran Kekuatan Militer Terbaru China
Parade militer ini akan menjadi panggung bagi China untuk memamerkan teknologi pertahanan terbarunya. Ribuan pasukan akan berpartisipasi dalam demonstrasi kekuatan ini. Acara tersebut akan menampilkan berbagai persenjataan generasi baru yang dikembangkan oleh militer China.
Peralatan canggih seperti jet tempur generasi keempat akan dipamerkan untuk pertama kalinya di hadapan publik. Sistem pertahanan rudal terbaru juga akan menjadi bagian dari tampilan. Senjata hipersonik yang mutakhir juga akan diperlihatkan, menunjukkan kemajuan teknologi pertahanan China.
Selain itu, parade ini akan menampilkan peralatan nirawak intelijen dan penangkal nirawak. Rudal canggih, termasuk rudal antikapal hipersonik, juga akan dipamerkan. Ini menegaskan kemajuan signifikan China dalam teknologi militer dan kemampuan pertahanan modernnya.