Wang Yi Tegaskan Kedekatan, Perkuat Hubungan China-Korut di Pyongyang
Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Pyongyang, menegaskan kembali kedekatan dan komitmen strategis dalam Hubungan China-Korut yang semakin erat.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Pyongyang pada Jumat (10/4), menegaskan kedekatan hubungan China-Korut. Kunjungan ini menandai penguatan kembali ikatan diplomatik yang penting antara kedua negara sosialis.
Menlu China menyampaikan salam hangat dari Presiden Xi Jinping kepada Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Pertemuan tersebut membahas kemajuan pembangunan sosialisme di Korut di bawah kepemimpinan Kim.
Kedua belah pihak menekankan kesamaan ideologi sosialis serta kepentingan bersama dalam menjaga kedaulatan. Mereka juga sepakat untuk meningkatkan koordinasi dalam isu regional dan internasional yang krusial.
Diplomasi Tingkat Tinggi dan Kesepahaman Bersama
Wang Yi menyatakan keyakinan penuh bahwa Korea Utara akan terus maju dalam pembangunan sosialisme. Ia mengapresiasi kepemimpinan Kim Jong Un dalam memajukan negara tersebut.
China dan Korut memiliki kesamaan fundamental sebagai negara sosialis dengan kepentingan strategis yang sama. Kedua negara sepakat untuk saling mendukung di tengah ketidakpastian global.
Menlu China menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan nasional masing-masing. Komunikasi dan koordinasi akan terus diperkuat dalam isu regional dan internasional.
Komitmen Kim Jong Un terhadap China
Kim Jong Un menyambut baik kunjungan Wang Yi, menilai hubungan kedua negara telah meningkat ke tingkat baru. Ia menekankan implementasi konkret dari kesepahaman yang telah dicapai sebelumnya.
Pemimpin Korea Utara menegaskan komitmen kuatnya untuk mempererat hubungan strategis dengan China. Ini menunjukkan prioritas Korut dalam aliansi bilateral yang penting.
Kim Jong Un secara eksplisit mendukung konsep komunitas dengan masa depan bersama yang diajukan oleh Xi Jinping. Ia juga mendukung inisiatif global yang diusung Presiden China tersebut.
Dukungan Korut juga meluas pada posisi China dalam menjaga kedaulatan wilayahnya, termasuk isu sensitif terkait Taiwan. Ini menunjukkan solidaritas politik yang kuat antara kedua negara.
Latar Belakang dan Pemulihan Konektivitas
Kunjungan Wang Yi ini adalah yang pertama sejak September 2019, menandai pemulihan interaksi diplomatik tingkat tinggi. Ia tiba di Korut sejak Kamis (9/4) dan bertemu Menteri Luar Negeri Choe Son Hui.
Sebelum pertemuan dengan Kim, Wang Yi juga mengunjungi Taman Makam Pahlawan Tentara Sukarelawan Rakyat China di Kangdong. Ini adalah simbol penghormatan sejarah antara kedua negara.
Kunjungan ini terjadi setelah dibukanya kembali rute penerbangan Beijing-Pyongyang oleh Air China pada 30 Maret 2026. Pemulihan konektivitas ini memfasilitasi pertukaran antarnegara.
Selain itu, layanan kereta penumpang Beijing-Pyongyang juga kembali beroperasi sejak 12 Maret 2026. Hal ini mengakhiri penghentian selama enam tahun dan memperlancar mobilitas antara kedua ibu kota.
Sumber: AntaraNews