Mengenal Sosok Sushila Karki, Mantan Ketua MA yang Kini Jadi PM Sementara Nepal hingga China Beri Selamat
Ucapan China kepada PM sementara Sushila Karki menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama bilateral di tengah gejolak politik melanda negara tersebut.
Beijing menyampaikan ucapan selamat kepada mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, Sushila Karki, yang kini resmi menjabat sebagai perdana menteri sementara negara tersebut. Pengangkatan ini terjadi di tengah situasi politik Nepal yang memanas setelah pengunduran diri perdana menteri sebelumnya dan gelombang demonstrasi.
Kementerian Luar Negeri China pada Minggu (14/9) menegaskan kesiapan Beijing untuk memperkuat pertukaran serta kerja sama bilateral di berbagai bidang. Pernyataan ini menunjukkan dukungan China terhadap pemerintahan sementara yang dipimpin oleh Sushila Karki PM Nepal.
Langkah diplomatik ini diambil setelah Sushila Karki melakukan sumpah jabatan pada Jumat, menyusul serangkaian peristiwa politik yang krusial. Peristiwa tersebut termasuk protes besar-besaran dan pengunduran diri Perdana Menteri Nepal Sharma Oli.
Dukungan China untuk Kepemimpinan Baru Nepal
Pemerintah China secara eksplisit menyampaikan ucapan selamat kepada Ibu Karki atas jabatannya sebagai perdana menteri pemerintahan sementara Nepal. Pernyataan ini disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri China, menggarisbawahi pentingnya stabilitas di kawasan.
Beijing menekankan bahwa hubungan persahabatan tradisional antara kedua negara sudah terjalin sejak lama dan akan terus diperkuat. China selalu menghormati jalur pembangunan yang dipilih rakyat Nepal secara independen, sebuah prinsip yang konsisten dalam kebijakan luar negeri mereka.
Lebih lanjut, China menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Nepal dalam mengembangkan Lima Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai. Inisiatif ini bertujuan mendorong pertukaran dan kerja sama di berbagai bidang, serta memperkuat perkembangan berkelanjutan hubungan bilateral, terutama di bawah kepemimpinan Sushila Karki PM Nepal.
Komitmen ini menunjukkan bahwa China melihat pengangkatan Sushila Karki sebagai peluang untuk melanjutkan dan memperdalam hubungan baik yang sudah ada. Dukungan ini diharapkan dapat membantu Nepal dalam menstabilkan situasi politik domestiknya.
Latar Belakang Gejolak Politik di Nepal
Pengangkatan Sushila Karki sebagai perdana menteri sementara tidak terlepas dari gejolak politik yang melanda Nepal. Perdana Menteri sebelumnya, Sharma Oli, mengundurkan diri pada Selasa setelah demonstrasi besar-besaran yang menyerbu parlemen.
Situasi semakin memanas ketika rumah sejumlah pejabat senior di Kathmandu dibakar oleh para pengunjuk rasa. Insiden ini memicu respons keras dari pihak kepolisian, yang menembakkan meriam air, gas air mata, dan peluru tajam.
Bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan mengakibatkan puluhan orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Peristiwa ini menunjukkan tingkat ketidakpuasan publik yang tinggi terhadap pemerintahan sebelumnya dan menjadi katalisator perubahan kepemimpinan.
Sebelumnya, pada 4 September, otoritas Nepal juga sempat melarang operasional sejumlah platform media sosial karena tidak memenuhi tenggat pendaftaran. Larangan tersebut dicabut setelah aksi protes memanas, menunjukkan sensitivitas isu kebebasan berekspresi di negara tersebut.
Sumber: AntaraNews