Banjir Afghanistan Tewaskan Lebih dari 40 Orang, Ratusan Rumah Rusak Parah
Banjir Afghanistan telah merenggut nyawa lebih dari 40 orang dalam sepekan terakhir. Bencana ini juga menyebabkan kerusakan parah pada ratusan rumah dan lahan pertanian, menimbulkan kerugian besar di berbagai provinsi.
Bencana alam kembali melanda Afghanistan, di mana lebih dari 40 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi dalam sepekan terakhir. Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional (ANDMA) Afghanistan mengonfirmasi bahwa selain korban jiwa, lebih dari 60 orang lainnya mengalami luka-luka serius. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan lembaga kemanusiaan.
Curah hujan ekstrem sejak tanggal 25 Maret hingga 31 Maret 2026 memicu serangkaian insiden mematikan di berbagai wilayah. Puluhan provinsi di Afghanistan terdampak parah oleh Banjir Afghanistan ini, termasuk ibu kota Kabul, serta wilayah seperti Kandahar dan Herat. Situasi ini menambah daftar panjang tantangan kemanusiaan yang dihadapi negara tersebut.
Kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian juga sangat signifikan, dengan ratusan rumah hancur atau rusak serta ribuan hektar lahan pertanian terendam. Bencana ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga mengancam mata pencarian ribuan keluarga. Upaya penanganan darurat dan bantuan kemanusiaan menjadi prioritas utama saat ini.
Dampak Kerusakan Luas Akibat Banjir Afghanistan
Banjir dan tanah longsor yang melanda Afghanistan telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang sangat parah. Tercatat, sebanyak 476 rumah penduduk hancur atau mengalami kerusakan signifikan akibat terjangan air bah dan lumpur. Kondisi ini memaksa banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan bantuan segera.
Sektor pertanian, yang merupakan tulang punggung ekonomi banyak komunitas di Afghanistan, juga menderita kerugian besar. Hampir 500 hektar lahan pertanian dilaporkan hanyut terbawa arus banjir, menghancurkan tanaman dan pasokan pangan. Kerugian ini berpotensi memperburuk krisis pangan di wilayah yang terdampak.
Tidak hanya itu, fasilitas komersial dan sumber daya air bersih juga tak luput dari dampak bencana. Sebanyak 16 toko dilaporkan hancur, menghentikan aktivitas ekonomi lokal. Selain itu, 23 sumur air beserta beberapa jaringan pasokan air turut rusak, menimbulkan krisis air bersih bagi masyarakat.
Sebaran Korban dan Wilayah Terdampak Banjir Afghanistan
Menurut juru bicara ANDMA, Mohammad Youssef Hammad, bencana ini telah menelan korban jiwa di berbagai provinsi. Dari tanggal 25 hingga 30 Maret, 28 orang tewas dan 49 lainnya terluka di sepuluh provinsi, termasuk Kabul, Kapisa, dan Parwan. Angka ini menunjukkan sebaran dampak yang luas di seluruh negeri.
Pada tanggal 31 Maret saja, insiden terkait curah hujan dan banjir menyebabkan sedikitnya 14 orang tewas dan 17 lainnya terluka. Ini menambah total korban jiwa dan luka secara signifikan dalam waktu singkat. Total korban jiwa kini mencapai lebih dari 40 orang, sementara korban luka melampaui 60 orang.
Provinsi-provinsi yang terdampak sangat beragam, mencakup wilayah utara, tengah, dan selatan Afghanistan. Di antara provinsi yang disebutkan adalah Kandahar, Helmand, Herat, Ghor, Balkh, Badghis, Samangan, Sari-Pul, Baghlan, Takhar, Jawzjan, Faryab, Badakhshan, Nangarhar, dan Laghman. Skala geografis bencana ini menunjukkan betapa luasnya wilayah yang memerlukan perhatian.
Sumber: AntaraNews