Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah pada 26 November 2025 lalu menyisakan dampak kerusakan yang signifikan. Ribuan hektare kebun kopi, komoditas unggulan daerah tersebut, dilaporkan rusak parah akibat terjangan alam. Kerugian ini tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat setempat.
Data terbaru menunjukkan bahwa seluas 12.638 hektare lahan kopi di wilayah tersebut mengalami kerusakan serius. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Aceh Tengah, Mustafa Kamal, mengonfirmasi dampak bencana. Bencana ini tidak hanya merusak rumah dan fasilitas publik, tetapi juga sektor pertanian. Sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi daerah tersebut. Upaya verifikasi data kerusakan terus dilakukan untuk penanganan yang cepat dan tepat.
Insiden tragis ini juga menyebabkan korban jiwa dan memaksa ribuan warga mengungsi dari tempat tinggal mereka. Total 24 orang meninggal dunia dan 4 orang dinyatakan hilang akibat bencana. Selain itu, 4.221 unit rumah warga juga mengalami kerusakan. Hal ini menambah daftar panjang kerugian yang harus ditanggung oleh masyarakat Aceh Tengah.
Advertisement
Advertisement
Dampak Kerusakan Lahan Kopi Arabika
Kerusakan kebun kopi Aceh Tengah menjadi sorotan utama mengingat kopi arabika merupakan komoditas andalan daerah. Mustafa Kamal menjelaskan, berdasarkan data sementara, total lahan perkebunan kopi arabika yang rusak mencapai lebih dari 12 ribu hektare. Ini merupakan pukulan telak bagi petani kopi di dataran tinggi Gayo.
Kopi arabika dari Aceh Tengah telah dikenal luas hingga pasar internasional, menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian besar masyarakat. Dengan rusaknya ribuan hektare lahan, keberlanjutan mata pencarian petani menjadi terancam. Pemerintah daerah terus berupaya melakukan verifikasi menyeluruh terhadap data kerusakan ini.
Verifikasi data kerusakan sektor pertanian, khususnya kebun kopi, sangat penting untuk memastikan bantuan dan program pemulihan tepat sasaran. Penanganan cepat dan tepat diharapkan dapat meminimalisir kerugian jangka panjang yang ditimbulkan oleh bencana alam ini.
Advertisement
Advertisement
Skala Bencana dan Korban Terdampak
Bencana banjir bandang dan longsor di Aceh Tengah tidak hanya merusak lahan pertanian, tetapi juga menimbulkan dampak kemanusiaan yang luas. Data yang dihimpun oleh BPBD Aceh Tengah hingga 9 Januari 2026 menunjukkan skala bencana yang masif. Seluruh warga di kabupaten itu, sebanyak 234.710 jiwa, dilaporkan terdampak.
Mereka tersebar di 14 kecamatan dan 295 kampung, menunjukkan cakupan geografis bencana yang sangat luas. Selain itu, sebanyak 6.752 jiwa terpaksa mengungsi dan ditampung di 54 titik pengungsian. Kondisi ini menuntut respons cepat dari berbagai pihak untuk menyediakan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.
Aspek paling tragis dari bencana ini adalah hilangnya nyawa dan kerusakan properti. Sebanyak 24 orang meninggal dunia dan 4 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Lebih lanjut, 4.221 unit rumah warga juga mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga hancur total, meninggalkan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal.
Advertisement
- Luas kebun kopi yang rusak: 12.638 hektare.
- Tanggal kejadian: 26 November 2025.
- Jumlah warga terdampak: 234.710 jiwa.
- Jumlah pengungsi: 6.752 jiwa di 54 titik.
- Korban meninggal dunia: 24 orang.
- Korban hilang: 4 orang.
- Rumah rusak: 4.221 unit.
Sumber: AntaraNews