Pigai: Orang yang Pernah Dilaporkan ke Dewan PBB, Sekarang Jadi Menteri HAM
Pemeriksaan terhadapnya itu, usai dilaporkan oleh 33 lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Indonesia ke Dewan HAM PBB.
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengaku, pernah diperiksa Komite Etik Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal ini terjadi saat dia masih menjabat sebagai komisioner Komnas HAM.
Pemeriksaan terhadapnya itu, usai dilaporkan oleh 33 lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Indonesia ke Dewan HAM PBB.
“Saya ini mungkin satu-satunya komisioner yang pernah diperiksa PBB, Dewan HAM PBB, Kode Etik Pelanggaran HAM. Saya diperiksa. Mungkin komisioner lain belum pernah diperiksa, ya?," kata Pigai saat acara Kelas Jurnalis HAM di Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/5).
Menurutnya, laporan tersebut berkaitan dengan langkah yang diambilnya untuk melindungi warga sipil dari kekerasan militer.
Dirinya menyebut, saat itu mantan Direktur Jenderal HAM Hafid Abbas memberikan penjelasan kepada Komisioner Etik Dewan HAM PBB soal tindakan yang dilakukan Pigai merupakan bentuk demarkasi untuk melindungi sipil dari penetrasi dan kekerasan militer.
“Waktu itu saya dilaporkan oleh 33 LSM Republik Indonesia. Yang ada LSM-LSM ini, laporkan saya padahal saya melindungi rakyat kecil," paparnya.
Komite Etik Dewan HAM Putuskan Tak Bersalah
Ia menjelaskan, Komite Etik Dewan HAM PBB akhirnya memutuskan dirinya tidak bersalah. Pigai kemudian menceritakan pengalaman lain ketika mengikuti seleksi calon komisioner Komnas HAM.
Saat itu, dirinya mendapatkan penolakan dari sejumlah pihak. Mulai dari TNI, Polri, lembaga intelijen, hingga puluhan NGO nasional.
Penolakan tersebut dijelaskannya sempat disampaikan oleh Makarim Wibisono yang kala itu menjadi anggota panitia seleksi komisioner Komnas HAM.
“Tentara tolak, Polisi tolak, 33 LSM tolak, Kodam Papua juga menolak Anda menjadi komisioner Komnas HAM," ungkapnya.
Ia pun justru mengaku bersyukur menghadapi situasi tersebut, karena merasa berada di posisi independen.
“Dan hari ini, di hadapan kalian, orang yang seperti ini sudah jadi menteri. Jadi, kindness always wins. Kebaikan selalu menang. Kebenaran tidak pernah kalah sekalipun dikalahkan," pungkasnya.