Menteri HAM: Kami Tidak Percaya Survei, Presiden Juga!
Menteri HAM Natalius Pigai menyinggung rilis sejumlah lembaga survei soal kepuasan kinerja kementeriannya yang tak masuk 10 besar dalam Kabinet Merah Putih.
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyinggung rilis sejumlah lembaga survei soal kepuasan kinerja kementeriannya yang tidak masuk 10 besar dalam Kabinet Merah Putih. Hal tersebut disampaikan Pigai saat tasyakuran 1 tahun terbentuknya Kementerian HAM melalui zoom meeting di Kantor Wilyah Kementerian HAM Sulsel, Selasa (21/10).
"Enggak usah kritik lagi, enggak usah survei kasih nilai paling rendah. Tunggu sampai 2029," ujarnya dalam sambutannya.
Pigai mengaku tak ambil pusing dengan rilis lembaga survei soal kinerjanya di Kementerian HAM. Bahkan, ia menyindir survei tersebut dilakukan oleh ekonom, bukan pegiat HAM.
"Kami tidak percaya survei, Presiden juga. Survei dilakukan oleh ekonom, bukan (pegiat) HAM. Bagi kami kerja, kerja, dan kerja," tuturnya.
Mantan Komisioner Komisi Nasional HAM ini juga memberikan penghargaan kepada buzzernya yang selama ini berkomentar di media sosialnya. Baginya, buzzer adalah pengagumnya yang tertunda.
"Saya sayangi buzzer saya, enggak apa-apa, buzzer itu lover yang tertunda," kata Pigai.
Selain itu, Pigai juga mengatakan dirinya dulu berasal dari pihak oposisi. Bahkan ada pihak yang terus mencari kesalahannya untuk dipidanakan.
"Orang benci saya pagi siang malam, tapi orang tidak pernah dapat kesalahan saya sampai detik ini. Saya bersih, bukan buat-buat bersih," imbuhnya.
Pigai menegaskan sejak dipercaya oleh Presiden Prabowo menjadi Menteri HAM, berusaha bekerja maksimal. Ia menyebut akan memperjuangkan masyarakat untuk mendapatkan haknya.
"Ini tujuannya untuk membangun kementerian, mengangkat derajat orang kecil yang tidak mendapatkan keadilan di seluruh Nusantara. Bagi mereka kita kerja, bagi korban kita kerja, karena saya berasal dari korban," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulsel Daniel Rumsowek mengaku berdirinya Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulsel terhitung sejak Maret 2025 atau baru sembilan bulan. Daniel mengaku selama sembilan bulan berjalan, sudah ada beberapa target yang belum direalisasikan.
"Katakanlah itu seperti penguatan kapasitas HAM bagi masyarakat. Itu ada target kurang lebih 82.000 untuk masyarakat ya untuk di Kanwil (Kementerian HAM) Sulsel," kata dia.
Selain untuk masyarakat, kata Daniel, pihaknya juga melakukan penguatan HAM terhadap aparatur sipil negara (ASN), komunitas, dan juga pelaku usaha. Daniel menyebut untuk komunitas dan pelaku usaha saat ini telah melampaui target.
"Komunitas ditargetkan itu sekitar ada yang 5 kelompok komunitas, tapi kemudian kita sudah mencapai sekitar 10 komunitas. Pelaku usaha yang tadinya katakanlah targetnya kurang lebih 10, kita bisa mencapai sampai 50," sebutnya.
Sementara untuk penguatan ASN, Daniel mengaku saat ini sedang dilakukan. Ia menyebut penguatan pemahaman kepada ASN perlu dilakukan.
"Kita berharap dalam hal pengambilan kebijakan, dalam hal pelayanan publik, dalam hal komunikasi masyarakat, nilai dan prinsip-prinsip hak asasi manusia itu lebih ditanamkan di sana," ucapnya.
Sementara Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulsel Ayusriadi menambahkan sampai saat ini hanya menerima sembilan aduan terkait dugaan pelanggaran HAM.
"Sampai saat ini kalau kita berbicara mengenai pengaduan yang secara langsung tertulis masuk di kantor wilayah baru 9. Ada 9 pengaduan," sebutnya.
Dari sembilan pengaduan dugaan pelanggaran HAM ternyata tidak ada terkait kerusuhan pada tanggal 29 Agustus 2025 yang menyebabkan kantor DPRD Sulsel dan Makassar hangus terbakar serta menyebabkan empat orang meninggal dunia.
"Tidak (ada). (Pengaduan masuk) persoalan-persoalan klasik sebenarnya. Seperti rumah tangga, ada juga beberapa terkait sengketa tanah, tapi tidak masuk domain kita," sebutnya.
Ayusriadi mengaku dari sembilan laporan tersebut, delapan sudah ditindaklanjuti dan selesai. Sementara dua pengaduan belum diselesaikan.
"Dua yang masih dalam proses. Lainnya sudah selesai," pungkasnya.