Putin Telepon Kim Jong Un Jelang Bertemu Donald Trump, ini yang Dibahas
Diskusi antara Putin dan Kim Jong Un mencakup berbagai aspek, mulai dari hubungan bilateral hingga isu perang yang terjadi di Ukraina.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, melakukan komunikasi melalui telepon pada hari Selasa, 12 Agustus 2025. Dalam pernyataan resmi, Kremlin mengungkapkan bahwa kedua pemimpin tersebut menegaskan kembali komitmen untuk terus memperkuat hubungan persahabatan, bertetangga baik, serta kerja sama di berbagai bidang, sesuai dengan Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif antara Rusia dan Korea Utara yang ditandatangani di Pyongyang pada 19 Juni 2024.
Kremlin juga menyampaikan bahwa "Presiden Putin sangat menghargai dukungan yang diberikan oleh Korea Utara selama pembebasan Wilayah Kursk dari pasukan penyerang rezim Kiev." Selain itu, Putin memberikan penghormatan kepada pemimpin Korea Utara dalam rangka peringatan 80 tahun Pembebasan Korea dari penjajahan Jepang, yang akan diperingati pada 15 Agustus.
Pembicaraan ini berlangsung menjelang pertemuan Putin dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Alaska, yang juga dijadwalkan pada 15 Agustus.
Hubungan Korea Utara dan Rusia Semakin Dekat
Dalam pernyataannya, Kim Jong Un melalui kantor berita KCNA menyatakan bahwa Korea Utara akan memberikan dukungan penuh terhadap setiap langkah yang akan diambil oleh Rusia di masa mendatang. Sejak Rusia menginvasi Ukraina, Kim Jong Un menjadikan Rusia sebagai fokus utama dalam kebijakan luar negerinya, dengan tujuan mengatasi isolasi diplomatik dan memperluas hubungan dengan negara-negara yang bersikap menantang terhadap Amerika Serikat.
Pemerintah Korea Utara menolak keinginan yang disampaikan oleh Washington dan Seoul untuk memulai kembali diplomasi yang bertujuan meredakan program nuklir mereka. Diplomasi tersebut terhenti pada tahun 2019 setelah pertemuan puncak antara Kim Jong Un dan Donald Trump tidak menghasilkan kesepakatan.
Menurut analisis dari Korea Selatan, Korea Utara telah mengirim sekitar 15.000 tentara ke Rusia sejak musim gugur tahun lalu dan juga menyediakan berbagai perlengkapan militer, termasuk artileri dan rudal balistik, untuk membantu Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Selain itu, Kim Jong Un juga telah setuju untuk mengirim ribuan pekerja konstruksi militer serta petugas penjinak ranjau ke wilayah Kursk di Rusia. Penugasan ini diyakini oleh intelijen Korea Selatan akan segera dilaksanakan, menunjukkan kedalaman kerjasama antara kedua negara dalam konteks konflik yang sedang berlangsung.