Kim Jong-un Hadir dalam Parade Militer di China, Berangkat Naik Kereta Lapis Baja
Kunjungan terakhir Kim Jong Un ke Beijing berlangsung pada tahun 2019, di mana dia menghadiri peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, telah melintasi perbatasan menuju China untuk menghadiri parade militer yang berlangsung di Beijing. Parade tersebut, yang dikenal sebagai Hari Kemenangan China, akan dilaksanakan pada Rabu (3/9/2025) dan menjadi kesempatan pertama bagi Kim untuk berpartisipasi dalam pertemuan multilateral, di mana ia akan berdiri berdampingan dengan Presiden China Xi Jinping,
Presiden Rusia Vladimir Putin, serta pemimpin-pemimpin dari negara lain seperti Myanmar, Iran, dan Kuba. Kehadiran Kim dalam acara ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kali pertama sejak 1959 seorang pemimpin Korea Utara hadir dalam parade militer di China.
Kim melakukan perjalanan ke China pada Selasa (2/9) menggunakan kereta lapis baja yang terkenal, yang dilengkapi dengan restoran yang menyajikan anggur Prancis berkualitas tinggi dan menu-menu seperti lobster segar. Menurut laporan dari kantor berita Korea Selatan, Yonhap, kereta tersebut melintasi perbatasan ke China, dan perlindungan ketat yang diberikan pada kereta itu mengakibatkan perjalanan berlangsung lambat, diperkirakan memakan waktu hingga 24 jam.
Kehadiran Kim kali ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan parade Hari Kemenangan terakhir di China pada tahun 2015, ketika Korea Utara hanya mengirim salah satu pejabatnya, Choe Ryong-hae. Kim juga dikenal jarang melakukan perjalanan ke luar negeri, dan interaksinya dengan pemimpin dunia lainnya baru-baru ini terbatas pada Putin, yang telah ditemuinya dua kali sejak invasi Rusia ke Ukraina.
Pameran kemampuan militer di China
Tradisi perjalanan menggunakan kereta dimulai oleh kakeknya, Kim Il Sung, yang melakukan perjalanan ke Vietnam dan Eropa Timur dengan kereta pribadinya. Ayahnya, Kim Jong Il, juga memilih kereta sebagai sarana transportasi karena ketakutannya terhadap pesawat terbang. Berdasarkan laporan dari media Korea Selatan, kereta lapis baja yang digunakan memiliki sekitar 90 gerbong, lengkap dengan ruang konferensi, ruang audiensi, dan kamar tidur.
Pada hari parade, puluhan ribu anggota militer akan berbaris di Lapangan Tiananmen yang bersejarah untuk merayakan 80 tahun penyerahan Jepang, yang menandai akhir Perang Dunia II. Parade yang berlangsung selama 70 menit ini diperkirakan akan menampilkan persenjataan terbaru dari China, mulai dari ratusan pesawat dan tank hingga sistem anti-drone. Ini juga akan menjadi momen pertama di mana kekuatan militer baru China ditampilkan secara menyeluruh. Sebagian besar pemimpin Barat diperkirakan tidak akan menghadiri parade tersebut, sebagai bentuk penolakan mereka terhadap invasi Rusia ke Ukraina yang telah memicu sanksi terhadap rezim Putin.
Meski demikian, parade ini akan dihadiri oleh pemimpin-pemimpin dari Indonesia, Malaysia, Myanmar, dan Vietnam, yang menunjukkan upaya serius China untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Hanya satu pemimpin dari Uni Eropa yang diharapkan hadir, yaitu Perdana Menteri Slovakia Robert Fico, sementara Bulgaria dan Hongaria akan mengirimkan perwakilan mereka.