Kim Jong-un Perintahkan Tingkatkan Produksi Rudal dan Bangun Pabrik Amunisi Baru, Korea Utara Mau Perang?

Kim Jong Un ternyata telah menyusun rencana mengenai pengembangan persenjataan Korea Utara yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.

Teddy Tri Setio Berty
Oleh Teddy Tri Setio Berty - Reporter
Kim Jong-un Perintahkan Tingkatkan Produksi Rudal dan Bangun Pabrik Amunisi Baru, Korea Utara Mau Perang?
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melambaikan tangan di stasiun kereta Dong Dang di Dong Dang, Vietnam, Sabtu, (2 /3). Kim Jong Un mengakhiri KTT dengan Presiden AS Donald Trump di Hanoi dan k (© 2025 Liputan6.com)

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, telah memberikan instruksi kepada para pejabat untuk meningkatkan produksi rudal dan mendirikan pabrik amunisi baru guna memenuhi kebutuhan militer yang semakin mendesak. Perintah ini disampaikan Kim saat melakukan kunjungan ke beberapa fasilitas produksi senjata, seperti yang dilaporkan oleh media pemerintah Korea Utara pada Jumat, 26 Desember 2025.

Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim menekankan pentingnya perluasan kapasitas produksi secara menyeluruh untuk memenuhi permintaan angkatan bersenjata Pyongyang. Ia juga mengarahkan sektor industri pertahanan untuk bersiap menghadapi tahun yang penuh aktivitas.

"Sektor produksi rudal dan peluru merupakan elemen krusial dalam memperkuat pencegahan perang," kata Kim, seperti dikutip oleh KCNA pada hari yang sama.

Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara telah secara signifikan meningkatkan frekuensi uji coba rudal. Para analis berpendapat bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi, menantang Amerika Serikat dan Korea Selatan, serta menguji sistem senjata sebelum diekspor, terutama ke Rusia.

Hubungan antara Pyongyang dan Moskow semakin erat sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina hampir empat tahun lalu. Diketahui bahwa Korea Utara telah mengirimkan pasukan untuk membantu Rusia, serta menyuplai peluru artileri, rudal, dan sistem roket jarak jauh.

Sebagai balasannya, Rusia dilaporkan memberikan dukungan finansial, teknologi militer, serta pasokan pangan dan energi kepada Korea Utara.

Washington juga mengklaim memiliki bukti bahwa Rusia meningkatkan dukungan teknologi kepada Korea Utara, termasuk bantuan di bidang ruang angkasa dan satelit canggih, sebagai imbalan atas bantuan militer yang diberikan Pyongyang dalam perang di Ukraina.

Para analis mencatat bahwa teknologi peluncur satelit memiliki kesamaan mendasar dengan rudal balistik antarbenua (ICBM).

"Dengan program ICBM yang secara luas dinilai telah mencapai tujuan intinya, Pyongyang kemungkinan akan mempercepat pengembangan lebih lanjut tahun depan," ungkap Ahn Chan-il, peneliti asal Korea Utara.

Ia berpendapat bahwa fokus berikutnya kemungkinan akan diarahkan pada pengujian dan produksi sistem yang berpotensi diekspor ke Rusia, termasuk rudal jarak menengah dan jarak jauh.

Korea Utara Bangun Pabrik Amunisi Baru, Kim Jong Un Perintahkan Peningkatan Produksi Rudal di Tahun 2026
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (AFP/Arsip) © 2025 Liputan6.com

Kunjungan Kim Jong-un ke pabrik amunisi terjadi satu hari setelah media pemerintah melaporkan bahwa ia meninjau fasilitas pembangunan kapal selam nuklir. Dalam kesempatan tersebut, Kim berkomitmen untuk menghadapi apa yang ia sebut sebagai "ancaman" dari Korea Selatan, yang saat ini tengah mengembangkan kapal selam nuklir dengan bantuan Amerika Serikat.

Selain itu, KCNA melaporkan bahwa Kim mempelajari penelitian terkait "senjata rahasia bawah air baru". Menurut Ahn, Korea Utara diperkirakan akan mencari teknologi militer canggih dari Rusia, termasuk kemampuan kapal selam bertenaga nuklir dan jet tempur, untuk menutupi kelemahan relatif angkatan udaranya.

Pada hari Kamis, Kim juga dilaporkan mengawasi peluncuran uji coba rudal anti-pesawat jarak jauh tipe baru di atas Laut Jepang. Ia mengungkapkan bahwa "rencana modernisasi dan produksi baru" akan diumumkan dalam kongres Partai Buruh Korea, yang merupakan kongres pertama dalam lima tahun terakhir dan diperkirakan akan berlangsung pada awal tahun 2026.

Rekomendasi