Kim Jong Un Pecat Wakil Perdana Menteri Gara-Gara Proyek Molor Selesai, Ibaratkan Kinerja Seperti Kambing Menarik Kereta
Kim Jong Un memecat pejabat senior dalam kunjungannya pembukaan kompleks industri permesinan. Jong Un kesal lantaran proyek tersebut molor dari target.
Pimpinan Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un memecat Wakil Perdana Menteri Kabinet Yang Sung Ho. Ia geram, kesal lantaran proyek modernisasi tahap pertama Kompleks Ryongsong molor dari kata rampung.
Kim Jong Un mengibaratkan kinerja pejabat senior itu bak kambing yang menarik kereta. "Secara sederhana, hal ini seperti memasang kereta pada seekor kambing sebuah kesalahan yang terjadi secara kebetulan dalam proses penunjukan kader kami," sentilnya dikutip Korean Central News Agency (KCNA), Selasa (20/1).
"Bagaimanapun juga, yang menarik kereta adalah seekor sapi, bukan kambing."
Peristiwa pemecatan itu terjadi saat Kim Jong Un melakukan tinjauan terhadap pembukaan sebuah kompleks industri permesinan. Dalam kunjungan itu, ia menyalahkan sejumlah pejabat karena keterlambatan dalam penyelesaian proyek yang sedang berjalan.
"Oleh karena para pejabat pembimbing ekonomi yang tidak bertanggung jawab, tidak disiplin, dan tidak kompeten, proyek modernisasi tahap pertama Kompleks Ryongsong mengalami berbagai kesulitan," kata Jong Un.
Pada kesempatan yang sama, ia turut mengkritik para kader partai yang dianggapnya sudah terlalu lama terbiasa dengan sikap menyerah, tidak bertanggung jawab, dan pasif. Yang Sung Ho langsung dipecat di lokasi kunjungan.
Kim Jong Un menyatakan Yang tidak layak untuk dipercaya dalam menjalankan tugas yang berat.
Selain itu, Kim Jong Un juga memperingatkan bahwa para pembuat kebijakan ekonomi saat ini hampir tidak mampu memimpin upaya penataan ulang industri nasional secara menyeluruh atau meningkatkan teknologi.
Korea Utara saat ini sedang bersiap untuk menyelenggarakan kongres pertama partai berkuasa dalam lima tahun terakhir. Para analis memprediksi bahwa kongres tersebut akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
Sebelumnya, Kim Jong Un juga menyatakan tekadnya untuk memberantas apa yang disebutnya sebagai "kejahatan" dan menegur para pejabat yang dinilai malas. Meskipun demikian, media pemerintah tidak memberikan rincian spesifik mengenai bentuk pelanggaran yang dimaksud.
Namun, disebutkan bahwa partai berkuasa telah mengungkap banyak "penyimpangan" disiplin dalam beberapa waktu terakhir, istilah yang sering digunakan sebagai eufemisme untuk praktik korupsi.