Emosi! Mentan Amran Ungkap Fakta di Depan Presiden Prabowo: 11 Dirjen Saya Copot Satu Hari, Itu Setara Bintang 3

11 Dirjen yang dipecat Amran dalam satu hari dinilai berkinerja buruk. Tidak mencapai target kerja. Cukup emosional Amran saat mengungkap fakta tersebut.

Magang
Oleh Magang - Reporter
Emosi! Mentan Amran Ungkap Fakta di Depan Presiden Prabowo: 11 Dirjen Saya Copot Satu Hari, Itu Setara Bintang 3
Emosi! Mentan Amran Ungkap Fakta di Depan Presiden Prabowo: 11 Dirjen Saya Copot Satu Hari, Itu Setara Bintang 3 (Merdeka.com)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara terbuka mengungkapkan ketegasan ekstrem yang ia terapkan di internal Kementerian Pertanian.

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih, Amran mengaku pernah mencopot hingga 11 direktur jenderal (dirjen) hanya dalam satu hari karena dinilai gagal mencapai target kerja.

Pernyataan itu disampaikan Amran saat memberikan laporan capaian sektor pangan dalam sebuah agenda nasional yang dihadiri Presiden, para menteri, pimpinan lembaga, TNI-Polri, serta perwakilan petani.

Dengan nada emosional dan tanpa tedeng aling-aling, Amran menegaskan bahwa kegagalan mencapai target sama artinya dengan mengkhianati harapan rakyat.

"Eselon I pernah kami copot delapan orang satu hari. Bapak pernah sebelas orang satu hari. Kalau tentara itu bintang tiga, aku copot sebelas. Tidak capai target, you menjadi target," kata Andi Amran Sulaiman.

Menurut Amran, target kerja di sektor pertanian bukan sekadar angka administratif, melainkan janji negara kepada rakyat, khususnya petani.

Karena itu, pejabat yang bermain-main atau tidak menunjukkan kinerja maksimal tak akan diberi toleransi.

"Target kamu adalah rakyat. Rakyat menunggu hasil kerja kita," tegasnya Andi Amran Sulaiman.

Amran menegaskan seluruh langkah tegas tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap perintah Presiden Prabowo untuk membersihkan sektor pertanian dari praktik korupsi, kolusi, dan mafia pangan. Ia mengaku hanya menjalankan arahan kepala negara secara konsisten.

"Perintah Bapak Presiden jelas: jangan biarkan ada korupsi, kolusi, mafia di pertanian. Jadi kalau kinerja tidak baik, main-main, harus dicopot," ujarnya Andi Amran Sulaiman.

Dalam pidatonya, Amran juga membeberkan skala penindakan yang telah dilakukan selama setahun terakhir. Ia menyebut sebanyak 193 orang dicopot dari jabatan di lingkungan Kementerian Pertanian, termasuk 92 pejabat yang diberhentikan, dengan sebagian di antaranya berujung pada proses hukum dan pemenjaraan.

Tak hanya internal, Amran juga mengaku mencabut sekitar 2.300 izin usaha pupuk di berbagai daerah karena pelanggaran harga dan distribusi.

Ia menegaskan pencabutan izin dilakukan seketika begitu ditemukan pelanggaran, bahkan hanya dengan satu keputusan tombol.

"Begitu naik dari HET, main-main, kita langsung cabut izinnya. Hari itu juga," katanya Andi Amran Sulaiman.

Amran juga menyampaikan apresiasi kepada aparat penegak hukum, termasuk Polri dan Kejaksaan Agung, yang mendukung penindakan terhadap pelaku penyimpangan di sektor pangan. Hingga kini, ia menyebut terdapat puluhan tersangka yang diproses hukum.

Di sisi lain, Amran melaporkan sejumlah capaian sektor pertanian, mulai dari peningkatan produksi padi, penurunan impor hingga Rp21 triliun, serta penurunan harga pupuk hingga 20 persen berkat regulasi cepat pemerintah.

Menutup pidatonya, Amran menegaskan tekanan tinggi yang ia terapkan justru dimaksudkan untuk melahirkan aparatur yang tangguh.

"Tekanan tertinggi itu berlian. Kalau tidak enak, berarti Anda sedang ditempa," ujarnya Andi Amran Sulaiman.

Reporter magang: Ahmad Subayu

Rekomendasi