Bocah 3 Tahun Pungut Sebuah Batu Saat Jalan-Jalan dengan Orang Tuanya, Ternyata Artefak Berusia 3.800 Tahun
Pihak keluarga kemudian menghubungi pihak berwenang dan menyerahkan benda tersebut untuk diperiksa.
Seorang bocah perempuan berusia tiga tahun bernama Ziv menemukan artefak berusia 3.800 tahun saat jalan-jalan dengan orangtuanya di Tel Azeka, 30 kilometer dari Yerusalem, Palestina. Awalnya benda tersebut dikira hanya batu biasa saat dipungut di sebuah jalan setapak.
Kakak bocah tersebut, Omer, menuturkan batu tersebut menarik perhatian adiknya.
"Ia membungkuk dan mengambilnya," tutur Omer, dikutip dari laman AS, Jumat (23/5).
"Ketika ia menggosoknya dan membersihkan pasirnya, kami melihat batu itu berbeda. Saya memanggil orang tua saya untuk datang dan melihat batu itu, dan kami menyadari ia menemukan sesuatu yang menakjubkan! Kami segera memberi tahu Badan Purbakala Israel," jelasnya.
Setelah diteliti, pihak berwenang memastikan batu itu adalah jimat Kanaan kuno yang berasal dari 3.800 tahun lalu. Penyelidikan lebih lanjut menemukan bahwa itu adalah segel Zaman Perunggu Pertengahan, sebuah benda ornamen kecil yang berasal dari Mesir, yang dirancang berbentuk kumbang kotoran.
Benda ini juga biasa disebut scarab yang dianggap sakral oleh orang Mesir kuno dan juga merupakan simbol kehidupan baru.
“Pada masa itu, scarab digunakan sebagai segel dan jimat. Scarab ditemukan di makam, bangunan umum, dan rumah pribadi. Terkadang scarab mengandung simbol dan pesan yang mencerminkan kepercayaan atau status agama,” jelas ahli peninggalan kuno, Dr. Daphna Ben-Tor.
Profesor Oded Lipschits dari Universitas Tel Aviv dan direktur penggalian mengatakan, penemuan ini menjadi bukti hubungan dan pengaruh budaya yang erat antara Kanaan dan Mesir selama periode tersebut.