Sedang Jalan-Jalan di Tanah Berkerikil, Bocah 3 Tahun Temukan Jimat Batu Kuno Berusia 3.800 Tahun
Batu yang ditemukan oleh anak berusia tiga tahun saat berjalan-jalan ternyata adalah jimat berbentuk kumbang berusia 3.800 tahun.
Batu yang ditemukan oleh anak berusia tiga tahun saat berjalan-jalan ternyata adalah jimat berbentuk kumbang berusia 3.800 tahun
Penduduk Kanaan menggunakan jimat kumbang yang dirancang agar tampak seperti kumbang kotoran sebagai segel dan jimat pada Zaman Perunggu Pertengahan.
Arkeolog membenarkan bahwa “batu indah” yang diambil oleh seorang anak di daerah Tel Azekah, Israel sebenarnya adalah jimat Zaman Perunggu yang dibuat lebih dari 3.800 tahun lalu.
Otoritas Purbakala Israel mengatakan, bocah berusia 3 tahun Ziv Nitzan, menemukan batu itu saat tengah berjalan-jalan di sepanjang tanah yang di atasnya terdapat kerikil.
“Dari 7.000 batu di sekitarnya, Ziv mengambil satu batu. Kemudian dia membersihkan pasir pada batu itu dan melihat sesuatu yang berbeda,” kata kakak perempuan Ziv, Omer Nitzan yang bercerita melalui video, seperti dilansir Independent, Jumat (4/4).
“Ketika dia menggosoknya dan menyingkirkan pasir dari batu itu, kami melihat ada sesuatu yang berbeda. Saya memanggil orang tua saya untuk datang melihat batu indah itu, dan kami menyadari bahwa telah menemukan temuan arkeologis! Kami segera melaporkannya ke Otoritas Purbakala Israel,” tambah Omer.
Otoritas Purbakala Israel menetapkan batu itu adalah jimat Kanaan dari Zaman Perunggu Pertengahan. Bangsa Kanaan adalah orang-orang kuno yang hidup di seantero Syam dan memiliki ikatan kuat dengan Mesir.
Dari Kumbang Kotoran ke Dewa Matahari
Menurut peneliti, pada Zaman Perunggu Pertengahan, bangsa Kanaan menggunakan jimat yang dirancang agar tampak seperti kumbang kotoran sebagai segel dan jimat. Artefak semacam itu diyakini beberapa di antaranya berisi simbol dan pesan, dan banyak ditemukan di makam-makam kuno di wilayah tersebut serta di gedung-gedung publik dan pribadi.
Orang Mesir kuno menghubungkan kumbang kotoran yang menggulung bola-bola kotoran dengan dewa Matahari mereka yang menggulung “cakram Matahari” melintasi bola langit. Bahkan, nama serangga itu dalam bahasa Mesir berasal dari kata kerja “diciptakan” karena orang Mesir kuno menganggap jimat kumbang sebagai simbol inkarnasi Tuhan.
Arkeolog telah melakukan penggalian di Tel Azekah selama lebih dari 15 tahun menemukan banyak artefak yang memberi informasi tentang kehidupan di wilayah tersebut ribuan tahun lalu. Di antara temuan itu meliputi tembok kota kuno dan bangunan pertanian dari Kerajaan Yudea.
“Temuan penggalian ini menunjukkan selama Zaman Perunggu Pertengahan dan Akhir di sini, di Tel Azekah, berkembang pesat salah satu kota terpenting di dataran rendah Yudea,” kata Oded Lipschits, direktur penggalian arkeologi Universitas Tel Aviv.
“Jimat yang ditemukan oleh Ziv menjadi salah satu daftar panjang temuan Mesir dan Kanaan yang ditemukan di sini. Hal ini membuktikan hubungan dekat dan pengaruh budaya antara Kanaan dan Mesir selama periode itu,”tambahnya.
Reporter magang: Devina Faliza Rey