Arkeolog Bongkar Pot Berisi Perhiasan Emas Mesir Kuno
Arkeolog Mesir menemukan pot berisi emas 2.600 tahun di Kuil Karnak. Perhiasan ini diduga sebagai persembahan atau harta yang disembunyikan.
Tim arkeolog di Mesir menemukan pot berisi perhiasan emas yang diperkirakan berusia 2.600 tahun di kompleks Kuil Karnak, dekat Luxor, Mesir. Temuan ini termasuk manik-manik, jimat, dan patung kecil yang terbuat dari emas, termasuk patung langka yang menggambarkan keluarga dewa Mesir kuno.
Mengutip LiveScience, Jumat (7/3), menurut Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir, harta karun ini ditemukan di sektor barat laut Kuil Karnak. Area tersebut diduga pernah digunakan sebagai tempat penyimpanan atau pusat administrasi.
Salah satu temuan paling istimewa adalah patung emas yang menggambarkan tiga dewa penting, yaitu Amun, Mut, dan Khonsu. Ketiganya merupakan keluarga dewa utama di Thebes. Amun sebagai dewa utama, Mut sebagai dewi ibu, dan Khonsu sebagai dewa bulan.
Patung emas ini diyakini berfungsi sebagai jimat yang dikenakan di leher untuk perlindungan spiritual. Menurut arkeolog Abdelghaffar Wagdy, pemilik jimat tersebut kemungkinan besar berharap mendapatkan perlindungan langsung dari ketiga dewa.
Selain patung triad, ditemukan pula jimat wadjet berbentuk mata, yang dipercaya melambangkan kekuatan penyembuhan dan kelahiran kembali. Bagi orang Mesir kuno, jimat ini dipercaya mampu melindungi pemakainya sekaligus memberikan energi kehidupan baru.
Kenapa Perhiasan Ini Dikubur dalam Pot?
Hingga kini, alasan mengapa harta karun ini dikubur dalam pot masih menjadi teka-teki. Ada beberapa kemungkinan, mulai dari persembahan ritual ke dewa, sumbangan ke kas kuil, hingga tindakan menyembunyikan harta saat terjadi gejolak politik.
Menurut Peter Brand, sejarawan dari University of Memphis, penemuan ini tergolong langka karena ditemukan di area permukiman, bukan di makam. Hal ini memicu dugaan bahwa perhiasan tersebut sengaja disimpan oleh pengrajin atau pedagang emas untuk menghindari pencurian.
Jack Ogden, pakar sejarah perhiasan Mesir, menyebutkan bahwa berdasarkan foto, perhiasan ini terlihat rapuh dan tipis, menandakan kemungkinan besar dibuat untuk keperluan pemakaman, bukan dipakai sehari-hari.
Ada spekulasi bahwa harta ini bisa saja milik pencuri makam yang terpaksa menyembunyikan hasil curiannya dan gagal mengambil kembali. Jika diperiksa lebih lanjut, kerusakan dan patahan pada emas tersebut bisa memberi petunjuk apakah benar perhiasan itu pernah dicabut paksa dari mumi.
Temuan ini menjadi bukti penting tentang praktik keagamaan, perdagangan, dan kehidupan sehari-hari di Mesir kuno, khususnya di era Kuil Karnak yang terus berkembang selama ribuan tahun.
Arkeolog kini akan meneliti lebih lanjut untuk mengungkap asal-usul pasti perhiasan emas ini dan apa kaitannya dengan kehidupan sosial dan ritual keagamaan masyarakat Mesir kuno.