Arkeolog Temukan Perhiasan Emas dan Jimat Berusia 2.500 Tahun Saat Menggali di Kuil Mesir Kuno, Disimpan dalam Wadah Keramik
Arkeolog juga menemukan struktur yang terbuat dari batu bata lumpur di komplek kuil tersebut.
Arkeolog menemukan sebuah wadah keramik kecil yang pecah saat menggali di komplek kuil Karnak, Mesir. Di dalam tempat tersebut ditemukan koleksi perhiasan dalam kondisi yang masih sangat bagus.
Artefak ini ditemukan dalam penggalian bersama yang dilakukan Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir dan misi arkeologi Mesir-Prancis dari Pusat Studi Kuil Karnak Perancis-Mesir (CFEETK). Perhiasan dan jimat tersebut berasal dari Dinasti ke-26 awal, yang berlangsung pada tahun 664-525 SM.
Dikutip dari Arkeonews, Selasa (4/3), perhiasan yang ditemukan terdiri dari beberapa buah cincin emas, patung kecil, dan jimat berlapis emas. Artefak tersebut menampilkan triptych langka yang mewakili tiga serangkai dewa Thebes: Amun, Mut, dan Khonsu. Selain itu, ditemukan bros dan jimat logam yang menggambarkan dewa dalam bentuk binatang, bersama dengan banyak manik-manik dekoratif, beberapa di antaranya dilapisi emas.
Dari pihak Perancis, direktur misi Dr. Jérémie Hourdin menjelaskan penggalian yang sedang berlangsung di wilayah utara Karnak menemukan bangunan batu bata lumpur besar yang kemungkinan digunakan sebagai fasilitas penyimpanan atau bengkel kerja yang berkaitan dengan kegiatan kuil. Konstruksi ini, yang juga berasal dari Dinasti ke-26, memberikan wawasan berharga mengenai organisasi dan fungsi kompleks pada era tersebut.
Sekjen Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir, Dr Mohamed Ismail Khaled menyatakan temuan ini sangat berkontribusi dalam memperluas pengetahuan tentang komplek kuil Karnak dan evolusinya selama milenium pertama SM. Artefak yang ditemukan akan memberikan pemahaman lebih jelas bagi para peneliti dalam memahami kehidupan beragama masyarakat dan penggunaan jimat serta perhiasan dalam masyarakat Mesir kuno selama Dinasti ke-26.
Menteri Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir, Sherif Fathy menyampaikan, penggalian di situs tersebut merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman wisata di Karnak, salah satu kompleks kuil yang paling banyak dikunjungi di Mesir. Pemerintah juga telah memodernisasi situs tersebut di mana sistem penerangan baru telah dipasang dan tempat suci Amenhotep I telah dipulihkan. Upaya ini bertujuan tidak hanya untuk melestarikan warisan sejarah tetapi juga menjadikan kompleks Karnak sebagai destinasi yang lebih menarik bagi pengunjung domestik dan internasional.