Saham Perusahaan Perhiasan Terbesar Dunia Anjlok, Analis Soroti Harga Perak dan Daya Beli Masyarakat

Penurunan ini terjadi setelah analis Jefferies menurunkan peringkat saham Pandora dari Buy menjadi Hold.

Magang
Oleh Magang - Reporter
Saham Perusahaan Perhiasan Terbesar Dunia Anjlok, Analis Soroti Harga Perak dan Daya Beli Masyarakat
Saham Perusahaan Perhiasan Terbesar Dunia Anjlok, Analis Soroti Harga Perak dan Daya Beli Masyarakat (Merdeka.com)

Perusahaan perhiasan terbesar di dunia, Pandora mengalami tekanan berat di pasar saham. Saham perusahaan anjlok hampir 7 persen pada perdagangan kemarin, Selasa (3/2) setelah analis memperingatkan dampak fluktuasi harga perak yang tak menentu serta melemahnya sentimen konsumen global.

Penurunan ini terjadi setelah analis Jefferies menurunkan peringkat saham Pandora dari Buy menjadi Hold, dengan alasan kombinasi biaya input yang melonjak dan konsumen yang semakin berhati-hati dalam berbelanja.

"Gabungan antara konsumen yang semakin tertekan dan harga perak yang tinggi membuat bisnis ini terjebak di antara dua pilihan sulit,” tulis analis Jefferies dalam catatan risetnya, Selasa (3/2).

Jefferies menilai fluktuasi harga perak menjadi risiko paling krusial bagi prospek Pandora. Meski dalam beberapa hari terakhir terjadi aksi jual perak, harga logam mulia itu masih hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan setahun lalu, sehingga berpotensi memangkas margin keuntungan perusahaan secara signifikan.

"Dengan harga perak yang sekarang berfluktuasi, kami enggan mendukung rekomendasi aktif yang bergantung pada situasi khusus dan input yang tidak stabil," kata Jefferies.

Menurut model Jefferies, kondisi ini dapat mengimplikasikan penurunan keuntungan hingga 60 persen pada 2027. Saham Pandora tercatat turun 6,7 persen pada perdagangan siang hari, setelah sempat menguat selama dua hari. Sepanjang 2025, saham ini telah merosot 46 persen pada tahun 2025 , dan turun 26 persen awal tahun.

Tekanan tidak hanya datang dari sisi biaya produksi. Kondisi ekonomi makro yang memburuk, khususnya di AS dan Eropa yang menyumbang sekitar 80 persen penjualan Pandora ikut menekan permintaan.

Demografi utama Pandora, yakni konsumen berpenghasilan rendah, dinilai paling terdampak dalam kondisi yang disebut analis sebagai 'ekonomi berbentuk K', di mana kesenjangan daya beli semakin melebar.

Untuk meredam kenaikan biaya input, Pandora sebelumnya menaikkan harga produknya sekitar 14 persen, namun langkah tersebut dinilai justru merusak keterlibatan konsumen.

"Prospek jangka pendek telah menurun secara signifikan, diperburuk oleh lingkungan makro yang bergejolak dan potensi kelelahan konsumsi merek perhiasan," tulis analis Citi.

Pandora dijadwalkan akan merilis laporan keuangan setahun penuh pada Kamis, yang dinanti investor di tengah tekanan berlapis dari biaya bahan baku dan melemahnya sentimen pasar.

Reporter Magang - Mochamad Aidil Akbar 

Rekomendasi