Ternyata Ada Satu Penumpang Air India Selamat dari Kecelakaan, Ini Nomor Tempat Duduknya
Dia adalah Vishwash Kumar Ramesh, 40 tahun, warga negara Inggris, selamat dari kecelakaan pesawat Air India di Ahmedabad.
Maskapai Air Indiamenyatakan bahwa hanya ada satu orang yang selamat dari total 242 penumpang dan awak yang berada di dalam pesawat tujuan London yang jatuh di area permukiman kota Ahmedabad, India barat, sehari sebelumnya.
Satu-satunya yang selamat adalah seorang warga negara Inggris yang sedang dirawat di rumah sakit, menurut pernyataan Air India.
Dia adalah Vishwash Kumar Ramesh, 40 tahun, warga negara Inggris, selamat dari kecelakaan pesawat Air India di Ahmedabad.
Vishwash Kumar Ramesh adalah penumpang di kursi 11A. Menurutnya, masalah dimulai 30 detik setelah penerbangan.
"Tiga puluh detik setelah lepas landas, terdengar suara keras dan kemudian pesawat jatuh. Itu semua terjadi begitu cepat," kata Vishwash dikutip dari Hindustan Times.
Pesawat Boeing 787-8 tersebut lepas landas menuju Bandara Gatwick London pada pukul 13.38 waktu setempat pada Kamis dengan membawa 230 penumpang dan 12 awak, sebelum jatuh di kawasan Meghani Nagar, Ahmedabad, tak lama setelah tinggal landas.
Media lokal juga melaporkan terdapat korban jiwa di darat, selain para korban yang ada di pesawat. Polisi India merevisi jumlah korban tewas yang sebelumnya diperkirakan mencapai sekitar 290 orang, dengan menyatakan beberapa bagian tubuh korban sempat dihitung ganda, menurut laporan Reuters.
Air India menyebutkan bahwa dari 230 penumpang dalam penerbangan tersebut, 169 adalah warga negara India, 53 warga Inggris, tujuh warga Portugal, dan satu warga negara Kanada.
Korban Tewas Kecelakaan Air India Dapat Kompensasi Rp1,8 Miliar
Tata Group, pemilik Air India mengumumkan bahwa setiap keluarga korban kecelakaan yang meninggal dunia akan menerima santunan sebesar Rs 1 crore (£86,000) atau setara Rp1,89 miliar. Pengumuman ini disampaikan setelah sesaat pesawat Boeing 787-8 Dreamliner yang mengangkut 242 orang jatuh di sekitar Ahmedabad saat akan bertolak ke London Gatwick.
Di antara para penumpang, 169 orang adalah warga India, 53 orang Inggris, tujuh orang Portugis, dan satu orang Kanada. Tata Group juga berjanji akan membayar biaya medis bagi mereka yang terluka dan mendukung pembangunan kembali asrama BJ Medical, yang runtuh akibat tertimpa badan pesawat.
Noel Tata, pemilik utama Tata Group, menyampaikan kesedihan mendalam atas kecelakaan tersebut. Ia mengaku ikut bersedih atas peristiwa tragis dalam dunia penerbangan nasional.
"Kami sangat berduka atas kecelakaan tragis ini. Insiden yang menyayat hati ini telah membawa duka yang mendalam bagi banyak keluarga, dan pikiran kami tertuju kepada semua orang yang telah kehilangan orang yang mereka cintai," ucap Noel dilansir The Times of India, Jumat (13/6).
Baginya ini adalah kecelakaan serius pertama Air India sejak maskapai itu dibeli oleh Tata Group dari pemerintah India pada tahun 2022. Boeing 787-8 mulai terbang dengan Air India pada tahun 2014.
Sinyal Pesawat Hilang Setelah Lepas Landas
Menurut FlightRadar24, sinyal pesawat itu hilang kurang dari satu menit setelah lepas landas. Ketinggian terakhir yang tercatat adalah 625 kaki.
Sebelum jatuh, pesawat itu mengirimkan panggilan mayday tetapi berhenti merespons setelahnya. Situs web Air India mengatakan maskapai itu mengoperasikan lebih dari 190 pesawat, termasuk 58 pesawat Boeing.
Tim penyelamat menemukan 204 jenazah, dan 41 orang telah dirawat karena luka-luka. Menurut polisi Ahmedabad, seorang penumpang Inggris selamat dan beberapa penduduk setempat mungkin telah meninggal karena pesawat jatuh di dekatnya.