Pilot Air India Sempat Kirim Sinyal 'Mayday' ke ATC Bandara sebelum Pesawat Jatuh
DGCA mengonfirmasi bahwa kopilot memberikan panggilan mayday ke ATC tetapi setelah itu tidak ada respons dari pesawat.
Air India rute Ahmedabad (India)-London (Inggris) jatuh di dekat bandara Ahmedabad, Kamis (12/6) waktu setempat. Padahal, pesawat itu baru beberapa menit memulai penerbangannya.
Penerbangan Boeing 787-8 Dreamliner itu membawa 242 orang, 230 penumpang dan 12 awak.
Mengutip India Today, saat proses lepas landas baru saja dilakukan, pilot sempat mengirimkan panggilan mayday ke Air Traffic Control (ATC) atau Pengendali Lalu Lintas Udara, sebelum akhirnya pesawat nahas itu jatuh di luar batas bandara.
Fakta itu diungkap Directorate of Civil Aviation (DGCA)/Direktorat Penerbangan Sipil dalam sebuah pernyataan.
DGCA mengonfirmasi bahwa kopilot memberikan panggilan mayday ke ATC tetapi setelah itu tidak ada respons dari pesawat. Hingga kemudian muncul asap hitam pekat terlihat keluar dari lokasi kecelakaan
"Ada 242 orang di dalam pesawat yang terdiri dari 2 pilot dan 10 awak kabin. Pesawat itu di bawah komando Kapten Sumeet Sabharwal dengan Perwira Pertama Clive Kundar dan Kapten Sumeet Sabharwal adalah seorang LTC dengan pengalaman 8.200 jam. Kopilot memiliki pengalaman terbang 1.100 jam. Menurut ATC, pesawat berangkat dari Ahmadabad pada pukul 13.39 IST (08.09 UTC) dari landasan pacu 23," bunyi pernyataan DGCA.
Perdana Menteri Narendra Modi telah berbicara kepada Menteri Penerbangan Sipil, Rammohan Naidu, dan membahas kecelakaan pesawat Air India.
PM Modi meminta menteri untuk memastikan kesiapan yang diperlukan dan meminta agar terus memberikan update informasi. Dipastikan, semua lembaga terkait dalam keadaan siaga tinggi, dan upaya terkoordinasi sedang dilakukan, kata pernyataan resmi dari kantor Naidu.