Taufik Hidayat Ketakutan Yuvita Meninggal, Ini yang Dilakukan
Polisi juga mengungkapkan alasan Yuvita tidak melarikan diri selama hampir tiga tahun penyekapan.
Polisi mengungkap bahwa tersangka penyekapan Taufik Hidayat sebenarnya merasa ketakutan akan kemungkinan Yuvita Tri Rezeki meninggal. Selama masa penyekapan, Taufik diduga menyiksa korban hingga kondisinya sangat memprihatinkan. Kombes Pol Rumi Untari, Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jabar, menyatakan bahwa Taufik kemudian mencoba mengobati luka-luka Yuvita dengan obat-obatan yang dibeli dari apotek.
"Dia takut mungkin korban meninggal makanya dia membelikan obat, mengobati sendiri," ujar Rumi setelah menggelar rekonstruksi kasus penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik terhadap Yuvita di Polda Jabar pada Kamis (2/7).
Terkait dengan alasan mengapa Yuvita tidak melarikan diri selama hampir 3 tahun penyekapan, Rumi menjelaskan bahwa korban menyimpan ketakutan yang besar akan kemungkinan mengalami penyiksaan yang lebih berat.
"Rasa takut yang besar dari korban. Udah itu. Itu memang eh jawaban konsisten dari korban memang ketakutan yang besar," tambahnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua LPSK Sri Nurhewati mengungkapkan bahwa penganiayaan yang dilakukan oleh Taufik terhadap Yuvita tergolong dalam kategori penyiksaan. "Masuk. Ini kan beda ya, tindak pidana dengan relasinya kan beda," ungkapnya.
Sri juga menyoroti fenomena toxic relationship yang terjadi dalam hubungan asmara yang merusak seperti yang dialami oleh Taufik Hidayat dan korban. LPSK menemukan fakta bahwa Taufik mengaku sebagai suami dari Yuvita untuk mengelabui banyak pihak.
"Ini ada relasi dalam pacaran, apalagi kan kalau kita dengar ngakunya sebagai suami ya," tutup Sri. Penjelasan ini menunjukkan betapa kompleksnya dinamika hubungan antara Taufik dan Yuvita, serta dampak psikologis yang dialami oleh korban selama masa penyekapan tersebut.
Fakta Baru Kasus Penyekapan Yuvita
Polisi telah mengungkap fakta baru terkait kasus penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan oleh Taufik Hidayat terhadap Yuvita Tri Rezeki. Menurut keterangan kepolisian, Yuvita mengalami luka di wajah, termasuk pada bagian bibir dan gigi yang rontok.
"Oh tidak ada. Tidak ada dan pelaku juga tidak mengakui, dan dari fakta yang ada juga tidak ada menggunting bibir itu," ungkap Rumi. Ia menambahkan bahwa luka yang dialami Yuvita di bibir dan gigi disebabkan oleh pukulan berulang kali yang diberikan oleh Taufik, dan kondisi tersebut semakin parah karena tidak mendapatkan perawatan yang tepat.
"Jadi bibir itu atau gigi rontok itu karena pukulan berkali-kali. Sehingga rontok dan rusak bibirnya karena kan tidak diobati. Jadi lama-lama rusak bibirnya." ujar Rumi.
Tindakan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik berlangsung dari tahun 2024 hingga 2026, mengakibatkan Yuvita mengalami luka berat di beberapa bagian tubuhnya. Akibatnya, Yuvita tidak dapat berbicara, mendengar, dan berjalan dengan normal. Setelah berusaha melarikan diri ke Tangerang, Taufik akhirnya ditangkap di Majalaya, Kabupaten Bandung, dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian, serta ditahan di Rutan Polda Jabar.