Sejarah Teriakan ‘Mayday’ saat Pilot dalam Bahaya Seperti Kecelakaan Air India
Ini asal usul teriakan mayday 3 kali, termasuk yang dilakukan oleh pilot Air India.
Pada Kamis, 12 Juni 2025, pesawat Air India mengalami kecelakaan fatal dari Ahmedabad menuju London. Sebelum kejadian tragis ini, pilot sempat mengeluarkan panggilan darurat "Mayday", tetapi tidak ada respons dari Pengendali Lalu Lintas Udara. Setelah kecelakaan, api membakar pesawat dan asap tebal terlihat membubung tinggi, terlihat dari jarak jauh di seluruh kota.
Lalu, mengapa panggilan darurat pilot di radio harus mengatakan “Mayday”?
Pada era awal penerbangan sipil, tepatnya tahun 1923, dunia belum memiliki standar komunikasi radio untuk menandai kondisi darurat di udara. Untuk menjawab tantangan ini, seorang petugas komunikasi senior di Bandara Croydon, London, bernama Frederick Stanley Mockford mendapat tugas penting: menemukan kata yang singkat, jelas, dan mudah dimengerti oleh pilot maupun petugas darat saat terjadi keadaan gawat.
Kala itu, sinyal darurat masih bergantung pada kode Morse “SOS”, yang mulai terasa tidak cukup efektif dalam situasi komunikasi suara. Stanley pun harus mencari padanan kata baru untuk dipakai dalam komunikasi radio yang kala itu sedang berkembang pesat.
Mengapa bukan “help”? Ternyata, kata tersebut dianggap terlalu umum dan sering muncul dalam percakapan biasa, sehingga berpotensi membingungkan jika dipakai dalam kondisi genting. Dunia aviasi saat itu membutuhkan istilah yang eksklusif, mudah diucapkan, dan bisa dikenali bahkan di tengah kebisingan kabin atau interferensi suara lainnya.
Ketika tengah menangani lalu lintas penerbangan antara London dan Paris, Stanley yang fasih berbahasa Inggris dan Prancis, terinspirasi dari frasa venez m’aider, yang dalam bahasa Prancis berarti “tolong aku.” Dari situ, lahirlah kata "mayday", yang terdengar fonetis dan mudah dikenali.
Empat tahun kemudian, pada 1927, istilah ini diresmikan secara global oleh Konvensi Radiotelegraf Internasional di Washington D.C. Sejak saat itu, “mayday” ditetapkan sebagai sinyal suara resmi untuk menyatakan keadaan darurat di udara, laut, atau darat.
Aturan Penggunaan yang Ketat
Agar tak tertukar dengan ucapan lain, istilah “mayday” harus disampaikan tiga kali berturut-turut: “Mayday, mayday, mayday.” Format ini dimaksudkan agar sinyal darurat tetap terdengar jelas meskipun dalam kondisi komunikasi yang buruk atau penuh gangguan suara.
Selain mayday, ada pula istilah “pan-pan” yang juga berasal dari bahasa Prancis, yaitu panne, yang berarti kerusakan atau kegagalan teknis. Pan-pan digunakan untuk menunjukkan situasi serius namun belum sampai mengancam keselamatan langsung. Contohnya adalah kerusakan mesin ringan atau kegagalan sistem komunikasi yang tidak membutuhkan evakuasi segera.
Seperti mayday, pan-pan juga wajib diucapkan tiga kali sebelum mengirimkan informasi lanjutan seperti identitas kapal atau pesawat, lokasi, dan kronologi kondisi.
Karena pentingnya istilah ini dalam menyelamatkan nyawa, penyalahgunaan kata “mayday” bukan perkara sepele. Di Amerika Serikat, siapa pun yang secara sengaja atau sembrono mengirimkan sinyal palsu dapat dikenakan hukuman pidana hingga enam tahun penjara dan denda mencapai 250 ribu dolar AS.
Dengan kata lain, “mayday” bukan sekadar seruan panik di tengah bahaya—melainkan bagian dari protokol penyelamatan global yang telah disepakati secara internasional.