Arus Balik Pesawat Muara Teweh Menurun Drastis Usai Puncak H+4 Lebaran 2026
Penurunan signifikan penumpang arus balik pesawat di Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh terpantau pada H+5 Lebaran 2026, setelah puncak kepadatan pada hari sebelumnya.
Arus balik pemudik yang menggunakan transportasi udara melalui Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mulai menunjukkan penurunan signifikan. Penurunan ini terjadi pada H+5 Lebaran 2026 untuk rute Muara Teweh menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan juga sebaliknya. Kondisi ini berbeda jauh jika dibandingkan dengan puncak kepadatan yang terjadi sehari sebelumnya, yaitu pada H+4 Lebaran.
Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Muhammad Amrillah, menjelaskan bahwa jumlah penumpang pada Kamis (27/3) telah berkurang drastis. Penurunan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar pemudik telah kembali ke daerah asal atau tempat kerja mereka. Situasi ini menunjukkan pola arus balik yang mulai mereda setelah masa libur panjang Lebaran.
Puncak arus balik pesawat di Muara Teweh terjadi pada Rabu (26/3), sehari sebelum laporan penurunan ini. Penurunan jumlah penumpang ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan berakhirnya periode cuti bersama. Masyarakat kini mulai kembali beraktivitas normal, termasuk bekerja, setelah merayakan Idulfitri 1447 Hijriah.
Penurunan Penumpang Arus Balik Pesawat di Muara Teweh
Pada Kamis, 27 Maret 2026, yang merupakan H+5 Lebaran, Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh mencatat jumlah penumpang yang tiba dari Banjarmasin sebanyak 57 orang. Sementara itu, penumpang yang berangkat dari Muara Teweh menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru tercatat sebanyak 41 orang. Penerbangan tersebut dilayani oleh maskapai Wings Air dengan satu kali jadwal penerbangan harian.
Angka ini menunjukkan penurunan yang cukup mencolok dibandingkan dengan puncak arus balik pada Rabu, 26 Maret 2026 (H+4 Lebaran). Pada hari puncak tersebut, Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh menerima kedatangan 68 penumpang. Sedangkan jumlah penumpang yang berangkat mencapai 71 orang, menggunakan kombinasi pesawat komersil dan carteran.
Muhammad Amrillah menegaskan bahwa berkurangnya jumlah penumpang pada Kamis ini disebabkan oleh banyak pemudik yang sudah kembali beraktivitas. "Hari ini penumpang sudah mulai berkurang dibanding puncak arus balik pada Rabu (26/3), karena orang sudah mulai masuk kerja," jelas Amrillah.
Layanan Penerbangan Reguler dan Perintis dari Muara Teweh
Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh secara rutin melayani penerbangan pulang pergi ke Banjarmasin setiap hari. Rute ini dioperasikan oleh maskapai Wings Air menggunakan pesawat jenis ATR-72-600 yang memiliki kapasitas 72 penumpang.
Sebagian besar penumpang yang menggunakan rute ini adalah mereka yang melakukan perjalanan dari atau menuju Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur. Mereka transit melalui Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin untuk melanjutkan perjalanan ke Muara Teweh atau sebaliknya.
Selain rute komersil, Bandara Muara Teweh juga menyediakan layanan penerbangan perintis ke Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya menggunakan pesawat Susi Air. Penerbangan bersubsidi ini hanya tersedia sekali dalam sepekan, yaitu setiap hari Senin, dengan menggunakan pesawat jenis Cessna berkapasitas 12 penumpang.
Harga tiket untuk penerbangan perintis rute Palangka Raya - Muara Teweh adalah Rp540.020, sedangkan untuk rute sebaliknya, Muara Teweh - Palangka Raya, dibanderol Rp493.420. Untuk rute Muara Teweh - Palangka Raya, selain penerbangan perintis, juga dilayani oleh penerbangan komersil Wings Air sebanyak empat kali sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.
Sumber: AntaraNews