Danantara Kaji Pembelian 50 Pesawat Boeing untuk Perkuat Armada Garuda
Manajer investasi negara Danantara tengah mengkaji opsi pembiayaan untuk mengakuisisi 50 pesawat Boeing demi memperkuat armada PT Garuda Indonesia, sejalan dengan kesepakatan dagang bilateral.
Danantara, manajer investasi kekayaan negara Indonesia, sedang menelaah berbagai opsi pembiayaan untuk pengadaan 50 pesawat Boeing bagi maskapai penerbangan milik negara, PT Garuda Indonesia. Rencana ini bertujuan untuk memperkuat armada Garuda di tengah ketatnya pasokan pesawat global, sekaligus memenuhi komitmen perjanjian dagang bilateral dengan Amerika Serikat.
Akuisisi ini merupakan bagian dari kesepakatan dagang “Toward a New Golden Age for the U.S.-Indonesia Alliance” yang ditandatangani pekan lalu, di mana Indonesia berkomitmen untuk membeli pesawat komersial dan layanan aviasi senilai US$13,5 miliar dari pemasok AS. Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengonfirmasi bahwa pembelian 50 pesawat Boeing ini termasuk dalam bagian kesepakatan tersebut dalam konferensi pers virtual dari Washington, D.C., pada 20 Februari.
Meskipun secara teknis Danantara siap melakukan pembelian, negosiasi masih berlanjut terkait jumlah unit yang dapat dikirim oleh Boeing serta jadwal pengiriman yang diperkirakan memakan waktu hingga tujuh tahun akibat antrean produksi global. Direktur Pelaksana Manajemen Pemangku Kepentingan Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menyatakan bahwa tantangan utama terletak pada waktu pengiriman.
Strategi Penguatan Armada dan Tantangan Logistik
Rohan Hafas menjelaskan bahwa Danantara secara teknis telah siap untuk membeli 50 pesawat, namun kepastian jumlah unit yang dapat disediakan Boeing masih menunggu konfirmasi. Hal ini menjadi krusial mengingat kondisi pasokan pesawat global yang sangat terbatas saat ini.
Salah satu kendala utama yang dihadapi dalam rencana Danantara beli Boeing untuk Garuda adalah waktu pengiriman pesawat yang bisa mencapai tujuh tahun. Antrean produksi global menjadi faktor utama penundaan ini, meskipun Indonesia terus mencari alternatif untuk mempercepat proses pengadaan, namun mengakui penundaan serupa juga mempengaruhi maskapai di seluruh dunia.
Danantara juga tengah mempertimbangkan berbagai skema pendanaan, termasuk kredit pemasok dan pembayaran cicilan langsung kepada Boeing. Rohan Hafas menyatakan, “Sumber dana bisa bervariasi, termasuk kredit pemasok, memungkinkan pembayaran cicilan. Semua ini akan tergantung pada negosiasi di masa depan.”
Komitmen Perdagangan Bilateral dan Dukungan Modal
Pembelian pesawat Boeing ini tidak terlepas dari perjanjian dagang yang baru saja disepakati antara Indonesia dan Amerika Serikat. Perjanjian tersebut mengharuskan Indonesia untuk membeli pesawat komersial serta barang dan jasa terkait aviasi senilai US$13,5 miliar dari pemasok AS.
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa “Dalam perjanjian tarif timbal balik ini, beberapa kegiatan melibatkan Kementerian Investasi dan Danantara, termasuk rencana pembelian 50 pesawat Boeing.” Ini menunjukkan sinergi antarlembaga dalam mendukung kebijakan ekonomi nasional.
Selain itu, Danantara juga mengisyaratkan kemungkinan suntikan modal tambahan kepada Garuda untuk mendukung ekspansi armada. Pada pertengahan 2025, PT Danantara Asset Management telah mengalokasikan Rp23,67 triliun untuk memperkuat struktur permodalan maskapai nasional tersebut.
Efisiensi Rute dan Konsolidasi Maskapai
Rohan Hafas juga menyebutkan bahwa konsolidasi antar maskapai domestik tetap menjadi pertimbangan untuk meningkatkan efisiensi armada. Hal ini relevan mengingat jadwal pengiriman pesawat yang panjang dan meningkatnya permintaan operasional pada rute domestik maupun regional.
Langkah konsolidasi dapat menjadi solusi strategis untuk mengoptimalkan penggunaan pesawat yang ada dan mengurangi ketergantungan pada pengadaan unit baru yang memakan waktu lama. Ini juga sejalan dengan upaya peningkatan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari pengadaan hingga efisiensi operasional, Danantara berupaya memastikan PT Garuda Indonesia dapat terus tumbuh dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sumber: AntaraNews