Garuda Indonesia Bakal Borong Pesawat Boeing dari AS, Bos Danantara Angkat Suara
Pembelian puluhan pesawat buatan Amerika Serikat (AS) ini juga berhubungan dengan negosiasi tarif yang dilakukan dengan Presiden AS, Donald Trump.
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria menanggapi rencana PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang berencana untuk membeli sejumlah pesawat Boeing dari AS. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan arahan dari pemerintah.
Pembelian puluhan pesawat buatan Amerika Serikat (AS) ini juga berhubungan dengan negosiasi tarif yang dilakukan dengan Presiden AS, Donald Trump. Sebagai informasi, produk dari Indonesia dikenakan tarif sebesar 19 persen untuk bisa masuk ke pasar AS.
Dalam hal ini, pembelian pesawat Boeing dapat menjadi salah satu strategi negosiasi yang menguntungkan. Namun, Dony merasa enggan untuk membahas lebih lanjut mengenai rencana tersebut. Dia menyarankan agar pertanyaan mengenai pembelian pesawat ini diajukan kepada Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani.
"Sebenarnya ke Dirut Garuda, kan mereka pasti punya rencana kerja,” ungkap Dony saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta.
Dia menegaskan bahwa transaksi tersebut dapat dilakukan apabila sudah sesuai dengan rencana pemerintah. Hal ini juga mencakup negosiasi mengenai tarif yang diusulkan oleh Trump dan upaya untuk mengurangi defisit neraca dagang AS.
"Yang penting sudah disesuaikan dengan pemerintah. Jadi, tanya sama Bapak Wamildan," kata Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini. Dengan demikian, Dony menekankan pentingnya koordinasi antara pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan rencana ini.
Tarif Trump 19 Persen untuk Indonesia
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya mengumumkan bahwa produk dari Indonesia akan dikenakan tarif sebesar 19 persen. Tarif ini mengalami penurunan dari rencana awal yang mencapai 32 persen.
Sebagai imbalannya, Indonesia diwajibkan untuk mengimpor barang dari AS, yang mencakup puluhan armada pesawat. Pemerintah AS menyatakan bahwa setidaknya 50 armada pesawat buatan Boeing akan dibeli oleh maskapai nasional.
Di sisi lain, Garuda Indonesia sedang merencanakan untuk mendatangkan armada baru dari Boeing. Jumlah armada yang direncanakan dapat mencapai 79 unit. Selain itu, Danantara juga akan memberikan suntikan modal kepada maskapai pelat merah tersebut dengan nilai mencapai Rp6,6 triliun.
Dengan langkah ini, diharapkan Garuda Indonesia dapat memperkuat armada penerbangannya dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
Sikap Menteri Perhubungan
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berencana untuk membeli 79 unit pesawat dari Boeing. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan dukungannya terhadap rencana ini. Dia menjelaskan bahwa tidak ada batasan bagi maskapai milik negara tersebut untuk memperoleh pesawat dari negara mana pun.
Terdapat tiga produsen pesawat yang menjadi perhatian Garuda Indonesia, yaitu Boeing, Airbus, dan Comac.
"Tentunya Garuda punya pertimbangan, apakah dia mau menambah Boeing atau menambah Airbus, atau mungkin menambah pesawat Comac ya, kalau saya tidak salah buatan China," ungkap Dudy dalam sebuah diskusi media di Jakarta, yang dilansir pada Kamis (10/7).
"Kita juga tidak ingin membatasi misalnya harus ini dan harus itu. Jadi sepanjang itu layak, layak terbang dan tersertifikasi, kita tidak punya alasan untuk menolak," tegas Menhub.
Dia menambahkan bahwa dari perspektif Kementerian Perhubungan, yang paling krusial adalah kelayakan armada yang akan dioperasikan, terutama untuk memastikan keselamatan penerbangan.
"Dari sisi Kementerian Perhubungan, apapun pesawat itu, sepanjang itu layak memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan dan sudah disertifikasi oleh pihak-pihak otoritas yang terkait dengan pesawat tersebut, kami terbuka," kata Dudy.