PPIH Medan Apresiasi Ketepatan Waktu Pemulangan Haji Garuda, Harap Konsistensi Terjaga
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan meminta maskapai Garuda Indonesia menjaga Ketepatan Waktu Pemulangan Haji Garuda bagi 5.972 jemaah asal Sumatera Utara, menyusul suksesnya fase keberangkatan tanpa kendala.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan telah menyampaikan harapan agar maskapai Garuda Indonesia dapat mempertahankan ketepatan waktu dalam fase pemulangan jemaah haji. Permintaan ini disampaikan mengingat pentingnya kelancaran proses kepulangan ribuan jemaah dari Tanah Suci. Fase pemulangan dijadwalkan berlangsung dari 1 hingga 21 Juni 2026, melalui Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang.
Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, mengapresiasi kinerja Garuda Indonesia pada fase pemberangkatan sebelumnya. Sebanyak 5.972 calon haji asal Sumatera Utara telah diberangkatkan tanpa kendala berarti. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi standar untuk fase kepulangan yang akan datang.
Zulkifli menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan adanya penundaan atau kendala teknis lainnya terhadap maskapai penerbangan nasional itu. Kelancaran perjalanan pulang para jemaah menjadi prioritas utama bagi PPIH. Hal ini demi kenyamanan dan keselamatan seluruh jemaah haji yang telah menunaikan ibadah.
Apresiasi Kinerja Garuda dalam Pemberangkatan Jemaah
Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, secara terbuka menyatakan apresiasinya terhadap kinerja Garuda Indonesia. Maskapai nasional ini dinilai berhasil menjaga Ketepatan Waktu Pemulangan Haji Garuda pada fase pemberangkatan. Keberangkatan jemaah haji Sumatera Utara berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, menunjukkan profesionalisme tinggi.
Data PPIH Embarkasi Medan menunjukkan bahwa 5.972 calon haji telah diterbangkan. Mereka semua diberangkatkan oleh Garuda Indonesia menuju Tanah Suci tanpa penundaan. Proses ini berlangsung mulai 22 April hingga 11 Mei 2026 dengan sangat lancar.
Zulkifli bahkan menyebutkan bahwa Garuda tidak hanya “on time” tetapi beberapa kali “in time”. Salah satu contohnya adalah Kloter 17 Embarkasi Medan yang dipercepat 30 menit. Hal ini menunjukkan efisiensi operasional yang patut diacungi jempol.
Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi Garuda untuk mempertahankan standar layanan. Diharapkan tidak ada lagi halangan berarti saat jemaah haji tiba kembali di Tanah Air. Konsistensi ini sangat diharapkan untuk fase pemulangan yang akan datang.
Komitmen Garuda Indonesia untuk Fase Pemulangan
Branch Manager Garuda Indonesia Medan, Bobby Pratama Saragih, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran fase pemberangkatan. Ia menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan koordinasi yang baik. Koordinasi dilakukan dengan Kementerian Agama, khususnya perwakilan di Provinsi Sumatera Utara, untuk memastikan setiap detail terpenuhi.
Bobby Pratama Saragih menegaskan komitmen Garuda Indonesia untuk terus meningkatkan layanan. Tim internal Garuda secara berkelanjutan memastikan dan memantau layanan pesawat haji. Pemantauan ini dilakukan sepanjang musim haji tahun ini demi kelancaran operasional.
Evaluasi menyeluruh juga telah dilakukan setelah fase pemberangkatan jemaah calon haji selesai. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi perbaikan di fase pemulangan. Harapannya, fase kedua ini dapat berjalan lebih baik lagi tanpa kendala berarti.
“Tentu harapannya di fase dua (pemulangan) bisa lebih baik,” ujar Bobby. “Jika ada kendala yang kami hadapi fase satu, mungkin bisa dilakukan perbaikan di fase kedua.” Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Garuda dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji.
Sumber: AntaraNews