Prabowo Borong 50 Pesawat Boeing dari Amerika Serikat: Untuk Membesarkan Garuda
Prabowo menjelaskan bahwa pembelian pesawat Boeing tersebut sangat penting untuk meningkatkan operasional Garuda Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapan mengenai rencana Garuda Indonesia untuk membeli 50 pesawat Boeing dari Amerika Serikat (AS). Langkah ini merupakan bagian dari perjanjian dagang yang terkait dengan negosiasi tarif impor yang dilakukan oleh Presiden AS, Donald Trump.
Prabowo menjelaskan bahwa pembelian pesawat Boeing tersebut sangat penting untuk meningkatkan operasional Garuda Indonesia.
"Ya memang kita perlu untuk membesarkan Garuda. Garuda adalah kebanggaan kita, Garuda adalah flag carrier nasional, Garuda lahir dalam perang kemerdekaan kita. Jadi, Garuda harus menjadi lambang Indonesia," ujarnya di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (16/7).
"Kita bertekad, saya bertekad untuk membesarkan Garuda. Untuk itu ya kita butuh pesawat-pesawat baru."
Meskipun Garuda Indonesia sudah menjalin kontrak pengadaan pesawat baru dengan Airbus, Prabowo tidak melihat hal tersebut sebagai masalah. "Saya kira enggak ada masalah karena kita butuh. Mereka ingin jual, pesawat Boeing juga cukup bagus, kita juga tetap dari Airbus. Jadi akhirnya terjadi pertemuan dua kepentingan," ungkapnya.
Selain membahas soal pembelian pesawat, Prabowo juga menambahkan bahwa Indonesia telah melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat untuk mengimpor berbagai komoditas lainnya.
"Kita juga butuh sebagai contoh kita masih impor BBM, kita masih impor gas, kita masih perlu impor gandum, kita masih perlu impor kedelai, dan sebagainya. Jadi akhirnya kita bisa dapat suatu titik pertemuan," tuturnya.
Prabowo Negosiasi Tarif Impor dengan Trump
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan mengenai proses negosiasi tarif impor yang dilakukan dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Dia mengungkapkan bahwa proses tersebut berlangsung cukup sulit karena Trump dikenal sebagai negosiator yang sangat tangguh.
Prabowo menegaskan bahwa ia terus melakukan pembicaraan mengenai tarif impor dengan Trump. Akhirnya, kedua negara berhasil mencapai kesepakatan untuk menetapkan tarif impor produk Indonesia ke AS sebesar 19 persen, yang sebelumnya mencapai 32 persen.
"Saya bicara dengan Presiden Donald Trump. Alhamdulillah juga, berunding dengan alot, akhirnya ada kesepakatan," kata Prabowo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada Rabu (16/7).
Prabowo juga menyebutkan bahwa saat ini tarif impor telah diturunkan dari 32 persen menjadi 19 persen.
"Sekarang kalau enggak salah tarifnya dari 32 diturunkan jadi 19. Saya tetap nego, saya katakan beliau ini seorang negosiator yang cukup keras juga."
Dia menjelaskan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memiliki pemahaman yang sama mengenai kepentingan masing-masing dalam pembicaraan tarif impor. Menurut Prabowo, hal yang paling penting baginya adalah melindungi kepentingan masyarakat dan pekerja.
"Semua sudah kita hitung, semua kita berunding. Kita juga memikirkan yang penting bagi saya adalah rakyat saya. Yang penting saya harus lindungi pekerja-pekerja kita," tuturnya.
Prabowo optimis bahwa ekonomi Indonesia akan tetap kuat. Dengan nada bercanda, ia menyatakan bahwa dirinya akan merasa puas jika tarif impor ditetapkan menjadi 0 persen. "Ya kalau puas ya 0 persen," ucap Prabowo.
Dengan pernyataan tersebut, Prabowo menunjukkan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan ekonomi Indonesia dan menjaga kesejahteraan rakyatnya melalui negosiasi yang efektif.