Warga dan Anak-Anak Sekolah di Magelang Antusiasi Sambut Kedatangan Prabowo
Selama perjalanan, Prabowo memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menyapa masyarakat dari kendaraan taktis Maung.
Warga terlihat sangat antusias menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto ketika iring-iringan kendaraan kepresidenan melintas di wilayah Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 18 April 2026. Saat itu, Prabowo berangkat dari Pangkalan TNI AU Adisutjipto menuju Akademi Militer Magelang untuk memberikan pengarahan kepada 503 Ketua DPRD dari seluruh Indonesia.
Selama perjalanan, Prabowo memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menyapa masyarakat dari kendaraan taktis Maung. Masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk anak-anak sekolah, tampak bersemangat berdiri di tepi jalan untuk menyambut dan melambaikan tangan. Kehadiran Prabowo disambut dengan hangat, ditandai dengan senyuman dan sapaan balik yang menciptakan suasana akrab.
"Pak Prabowo, Pak Prabowo," teriak warga dan anak-anak saat itu.
Pada hari itu, Prabowo memiliki dua agenda utama. Pertama, ia memberikan pengarahan kepada Ketua DPRD se-Indonesia dan menekankan pentingnya sinergi serta semangat kebangsaan dalam melaksanakan amanah sebagai wakil rakyat di daerah.
Selanjutnya, Prabowo melanjutkan agendanya dengan mengunjungi Kompleks Gudang Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi cadangan pangan nasional, terutama stok beras, untuk memastikan ketersediaannya tetap aman dan siap disalurkan kepada masyarakat. Dengan demikian, Prabowo menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan dan memberikan perhatian kepada kebutuhan masyarakat.
Kementan Dampingi Prabowo Sidak Gudang Bulog
Pada tanggal 18 April 2026, Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak ke Kompleks Gudang Perum Bulog Danurejo yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono turut hadir dan memeriksa langsung kesesuaian data yang ada dengan kondisi di lapangan.
"Bapak Presiden tidak hanya menerima laporan di atas kertas, tetapi ingin melihat secara langsung stok beras yang tersimpan di gudang. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa cadangan pangan benar-benar tersedia, aman, dan siap disalurkan kepada masyarakat apabila dibutuhkan," ungkap Sudaryono dalam siaran pers yang diterima pada hari Minggu (19/4).
Sudaryono menambahkan bahwa sidak ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap terjaga dalam kondisi yang aman dan siap untuk disalurkan, demi menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan di tingkat nasional.
"Jadi kunjungannya ini bersifat mendadak, jadi tidak ada pemberitahuan, langsung mampir, sehingga ingin mengetahui sebetulnya atau catatan sebetulnya seperti apa," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa tindakan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di tengah situasi global yang tengah diwarnai oleh krisis energi dan ketidakpastian di berbagai belahan dunia.
"Dalam kondisi tersebut, pemerintah dalam hal ini Bapak Presiden ingin memastikan bahwa Indonesia tetap berada dalam posisi yang kuat, baik dari sisi pasokan maupun stabilitas harga pangan," tutup Sudaryono.
Cadangan Beras Pemerintah
Dalam peninjauan tersebut, Sudaryono mengungkapkan bahwa rombongan kepresidenan telah melihat langsung kondisi gudang yang memiliki kapasitas 7.000 ton, dan saat ini dalam keadaan terisi penuh. Ia menegaskan bahwa kondisi gudang yang prima saat ini tidak diatur-atur untuk kunjungan presiden.
"Bahkan memang pimpinan Bulog sengaja tidak kita beritahu untuk kita pengen tahu sebenar-benarnya seperti apa di lapangan. Dan ternyata memang membanggakan, jadi stok cadangan beras pemerintah kita memang tinggi, gudang Bulog ini di mana-mana penuh," tutur Sudaryono.
"Kemarin saya juga sudah sidak di gudang Bulog tempat lain, termasuk Pak Mentan (Menteri Pertanian) sidak di Makassar, di Bone, dan lain-lain itu penuh semua. Itu menjadi catatannya."
Ia juga menyampaikan bahwa dari sisi produksi, kinerja nasional menunjukkan tren yang sangat positif. Produksi beras nasional pada 2025 diperkirakan meningkat sebesar 4,07 juta ton atau 13,29 persen, didukung oleh peningkatan luas panen dan berbagai kebijakan penguatan sektor pertanian.
"Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga April 2026 mencapai sekitar 4,8 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, dan terus bergerak menuju 5 juta ton. Capaian ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri."
Ia meyakini bahwa ketahanan pangan nasional tidak hanya bergantung pada stok pemerintah, tetapi juga pada ketersediaan beras di masyarakat serta potensi produksi yang masih akan berlangsung hingga akhir tahun.
"Beras yang beredar di masyarakat diperkirakan mencapai hampir 12 juta ton, serta potensi panen dalam waktu dekat sekitar 12 juta ton. Secara total, kekuatan stok beras nasional mencapai sekitar 28 juta ton setara dengan ketahanan pangan hingga 11 bulan ke depan," yakin dia.