Dampak Dapur MBG, Omzet Pedagang Buah Pasar Induk Kramat Jati Meningkat
Seorang pedagang buah di Pasar Kramat Jati merasakan peningkatan pendapatan setelah mengikuti program MBG, yang membantu meningkatkan pemasaran produk mereka.
Gandi Fanani, seorang pedagang buah di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, merasakan adanya peningkatan penjualan sejak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di awal tahun 2025. Toko buahnya yang dikenal dengan nama "Putra Sepakat" telah menyuplai buah ke 25 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Jabodetabek.
"Alhamdulillah, semenjak adanya MBG, kita pedagang di Pasar Induk untuk omzet meningkat," ungkap Gandi saat diwawancara. Ia menambahkan bahwa setiap dapur MBG memerlukan sekitar 250 kilogram (kg) buah setiap harinya.
Menurut Gandi, hampir semua pedagang buah di Pasar Kramat Jati merasakan keuntungan dari program ini. "Penggunaan buah untuk dapur-dapur itu sekitar 250 kg per dapur. Kita Alhamdulillah sudah dipercaya kurang lebih 25 dapur di sekitaran Jabodetabek," jelasnya. Dengan demikian, ia dan rekan-rekan pedagang di Pasar Kramat Jati berharap agar program MBG dapat terus berlanjut. Selain memberikan manfaat bagi anak-anak, program ini juga berkontribusi pada kesejahteraan petani dan pedagang.
"Menurut kami, para pedagang pasar, kami berharap program ini berkelanjutan untuk ke depannya. Karena untuk omzet dan untuk denyut nadi perdagangan di pasar ini semenjak adanya MBG meningkat drastis," tuturnya.