Harga Sayur di Boyolali Stabil Berkat Program MBG, Petani Berharap Berlanjut
Program MBG memberikan pengaruh positif bagi petani di Boyolali, di mana mereka merasakan bahwa harga sayur menjadi lebih stabil dan menguntungkan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif bagi berbagai kalangan, termasuk anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Namun, manfaatnya juga mulai dirasakan oleh para petani di daerah, seperti yang terjadi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Sejak penerapan program MBG, para petani mengakui bahwa harga beberapa komoditas sayur menjadi lebih stabil. Karisudin, seorang petani dari Dusun Pasah, Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, menjelaskan bahwa ia menanam berbagai jenis sayuran, termasuk bawang merah dan cabe. "Sayuran seperti selada, sawi, dan kubis. Dan juga yang saya tanam saat ini adalah cabe," katanya saat ditemui di ladangnya pada Senin (20/4).
Karisudin menjelaskan bahwa cabe merupakan komoditas yang memberikan hasil panen yang cukup besar dalam sekali petik, meskipun pemasarannya masih bergantung pada pasar tradisional.
"Sekitar satu kuintalan. Untuk pemasaran kita masih ke pasar tradisional, seperti pasar sayur di Cepoko dan Bandungan," ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan program MBG memberikan dampak yang berbeda-beda pada setiap komoditas. Bawang merah, misalnya, menjadi salah satu komoditas yang paling merasakan manfaat karena harganya lebih stabil.
"Tapi untuk cabe mungkin karena MBG tidak memerlukan cabe begitu banyak, jadi harganya masih fluktuatif, naik turun seperti itu," jelasnya.
Dengan adanya pola ini, Karis menyatakan bahwa petani mulai menyesuaikan pola tanam sesuai dengan kebutuhan program MBG agar mendapatkan harga yang lebih pasti dan pendapatan yang lebih jelas.
"Untuk peningkatan panen mungkin lebih banyak menanam komoditas yang dibutuhkan untuk MBG, karena harganya yang lumayan stabil. Jadi untuk harganya tetap, pasti ada kenaikan dengan komoditas yang semakin banyak," urainya. Ia berharap agar program MBG tetap konsisten dalam menyerap hasil pertanian, khususnya sayuran, agar harga di tingkat petani tidak kembali tertekan.
"Untuk program MBG mungkin ada dampak tersendiri bagi petani, jika tidak membutuhkan sayur mayur dari petani lagi. Mungkin harga akan terhambat lagi. Mungkin (program MBG) dipertahankan saja, apalagi untuk komoditas sayur-sayuran dipertahankan diprioritaskan di dapur-dapur MBG," paparnya.
Karis juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah atas program MBG yang dinilai membantu meningkatkan harga hasil pertanian.
"Terima kasih untuk Pak Prabowo karena program MBG yang dijalankan saat ini membuat harga sayur mayur di petani lebih naik dari biasanya. Semoga ke depannya MBG tetap lancar dan lanjut terus tetapi tetap perhitungkan harga-harga di petani," ujarnya.