Arus Balik Pesawat dari Muara Teweh Mulai Ramai Pasca-Lebaran 2026
Arus balik pesawat dari dan ke Muara Teweh pasca-Lebaran 2026 menunjukkan peningkatan signifikan. Simak detail rute, maskapai, dan prediksi puncaknya di sini untuk informasi terkini.
Arus balik penumpang pesawat udara di Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Fenomena ini terjadi pada H+2 Lebaran 2026, menandakan dimulainya kembali aktivitas perjalanan masyarakat setelah perayaan Idulfitri.
Peningkatan jumlah penumpang ini terlihat pada rute penerbangan dari Muara Teweh menuju Palangka Raya dan Banjarmasin, serta sebaliknya. Kepala Bandara HMS Muara Teweh, Muhammad Amrillah, mengonfirmasi keramaian ini dibandingkan hari sebelumnya.
Penerbangan ini dilayani oleh maskapai Susi Air untuk rute perintis ke Palangka Raya dan Wings Air untuk rute komersial ke Banjarmasin. Kondisi ini diperkirakan akan terus meningkat hingga puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada Rabu, 25 Maret 2026.
Peningkatan Arus Balik di Bandara Haji Muhammad Sidik
Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Muhammad Amrillah, menyatakan bahwa pergerakan penumpang pada hari kedua angkutan Lebaran mulai ramai. Pada hari tersebut, jumlah penumpang yang berangkat tercatat sebanyak 55 orang, sementara penumpang yang datang mencapai 59 orang.
Angka ini menunjukkan peningkatan aktivitas perjalanan udara yang cukup substansial setelah masa libur Lebaran. Amrillah mengungkapkan rasa syukurnya atas keramaian ini, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan penumpang.
Peningkatan ini menjadi indikator bahwa masyarakat mulai kembali ke daerah asal atau tempat kerja setelah merayakan Idulfitri. Bandara HMS Muara Teweh berperan penting dalam memfasilitasi mobilitas warga di wilayah tersebut.
Rute dan Maskapai yang Beroperasi
Rute penerbangan dari Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh dilayani oleh dua maskapai utama. Susi Air mengoperasikan penerbangan perintis menuju Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya menggunakan pesawat jenis Cessna berkapasitas 12 penumpang.
Penerbangan perintis ini memiliki frekuensi satu kali seminggu, yaitu setiap hari Senin. Harga tiket untuk rute Palangka Raya-Muara Teweh adalah Rp540.020, sedangkan untuk rute sebaliknya, Muara Teweh-Palangka Raya, sebesar Rp493.420.
Sementara itu, Wings Air melayani rute Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh ke Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru pulang pergi setiap hari. Maskapai ini menggunakan pesawat jenis ATR-72-600 yang memiliki kapasitas hingga 72 penumpang.
Kehadiran kedua maskapai ini memastikan konektivitas udara bagi masyarakat Muara Teweh ke kota-kota besar di Kalimantan. Fasilitas penerbangan ini sangat membantu dalam mempercepat perjalanan dan distribusi logistik di daerah tersebut.
Prediksi Puncak Arus Balik dan Pola Perjalanan
Muhammad Amrillah memperkirakan bahwa puncak arus balik pesawat dari dan ke Muara Teweh akan terjadi pada Rabu, 25 Maret 2026. Peningkatan jumlah penumpang ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga hari tersebut.
Pola perjalanan penumpang dari dan ke Banjarmasin seringkali melibatkan transit. Banyak pemudik dari Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur, menuju Muara Teweh melakukan transit di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru.
Sebaliknya, penumpang dari Muara Teweh yang ingin menuju Pulau Jawa juga sering transit melalui Banjarmasin. Pola transit ini menunjukkan pentingnya Bandara Syamsudin Noor sebagai hub penghubung utama bagi wilayah Kalimantan Tengah dan Selatan.
Kondisi ini menyoroti peran strategis Bandara Haji Muhammad Sidik dalam mendukung mobilitas regional. Pengelolaan arus balik yang efektif menjadi krusial untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan udara bagi seluruh penumpang.
Sumber: AntaraNews