KONI Pusat Pastikan PON 2028 Fokus Cabor Olimpiade, Siapkan Atlet Sejak Dini
KONI Pusat mengumumkan bahwa PON XXII 2028 di NTT-NTB akan fokus pada cabang olahraga unggulan Olimpiade Los Angeles 2028. Ini adalah langkah strategis mencetak atlet berprestasi.
Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) akan memiliki fokus utama pada cabang olahraga (cabor) unggulan Olimpiade Los Angeles 2028. Langkah strategis ini diumumkan oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya serius Indonesia dalam mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya untuk kancah internasional.
Marciano Norman menyampaikan hal tersebut saat pelantikan Pengurus KONI Bali di Denpasar, Jumat (16/5). Ia menegaskan bahwa persiapan atlet untuk Olimpiade mendatang harus dimulai sejak dini melalui ajang olahraga nasional. Dengan demikian, setiap PON akan menjadi wadah seleksi dan pembinaan yang lebih terarah.
Fokus pada cabor Olimpiade ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembinaan atlet yang lebih terstruktur dan efisien. Tujuannya adalah untuk mencetak lebih banyak lagi atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di level tertinggi, baik di tingkat regional maupun global.
Strategi KONI Pusat Menuju Olimpiade Los Angeles 2028
KONI Pusat telah merancang serangkaian program untuk mendukung fokus PON 2028 pada cabor Olimpiade. Salah satu inisiatif penting adalah penyelenggaraan berbagai PON tematik yang berfokus pada jenis olahraga tertentu. Ini termasuk Pekan Olahraga Nasional Bela Diri yang telah dilaksanakan di Kudus pada tahun 2025 dan akan kembali digelar di Manado, Sulawesi Utara, pada tahun 2026.
Selain itu, KONI Pusat juga akan mengadakan PON Olahraga Pantai yang direncanakan berlangsung di Ancol, DKI Jakarta, serta PON cabang olahraga indoor dan remaja pada tahun 2027. Rangkaian PON tematik ini dirancang untuk memberikan pengalaman kompetisi yang intensif dan spesifik bagi para atlet. Melalui ajang-ajang ini, diharapkan muncul bibit-bibit unggul yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Strategi ini mencerminkan komitmen KONI Pusat untuk tidak hanya menyelenggarakan kompetisi, tetapi juga membangun fondasi yang kuat bagi prestasi olahraga Indonesia di masa depan. Dengan fokus yang jelas pada cabor Olimpiade, pembinaan atlet dapat lebih terarah dan sumber daya dapat dialokasikan secara optimal. Ini adalah bagian dari visi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing atlet Indonesia di panggung dunia.
Mencetak Atlet Berprestasi dari Berbagai Daerah
Langkah KONI Pusat ini bertujuan untuk mencetak atlet-atlet unggul dari seluruh penjuru Indonesia, termasuk dari daerah-daerah yang selama ini dikenal sebagai lumbung atlet berprestasi. Provinsi Bali, misalnya, disebut sebagai salah satu daerah paling berprestasi di luar Pulau Jawa. Banyak atlet dunia andalan Indonesia berasal dari Pulau Dewata, menunjukkan potensi besar yang dimiliki daerah tersebut.
Salah satu legenda tinju Indonesia, Pino Bahari, merupakan atlet asal Bali yang telah mengharumkan nama bangsa. Marciano Norman sempat menjenguk Pino Bahari yang baru saja mengalami kecelakaan, dan mengenang masa kejayaan tinju Bali yang pernah meraih tujuh medali emas pada kejuaraan nasional. Harapannya, akan lahir petinju-petinju baru dari Bali yang dapat melanjutkan tradisi prestasi ini.
Tidak hanya cabor populer, KONI Pusat juga melihat potensi pada cabang olahraga yang mungkin kurang dikenal. Contohnya adalah cabor Kabaddi yang dipimpin oleh I Gusti Bagus Alit Putra, yang berhasil meraih medali emas pada Sea Games Bangkok, Thailand. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa peluang-peluang pada cabang olahraga seperti Kabaddi harus dioptimalkan untuk menambah pundi-pundi medali Indonesia di ajang internasional.
Sumber: AntaraNews