Marciano Norman: Pelaku Pelecehan Seksual Olahraga Harus Dilarang Selamanya dari Dunia Olahraga
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menegaskan pelaku pelecehan seksual olahraga harus dilarang selamanya dari dunia olahraga Indonesia, sekaligus menyerukan perlindungan maksimal bagi atlet korban dan komitmen untuk membersihkan lingkungan olahraga.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, dengan tegas menyatakan bahwa pelaku pelecehan seksual dalam dunia olahraga harus diberikan sanksi berat. Sanksi ini berupa larangan permanen untuk berkecimpung dalam kegiatan olahraga di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Marciano dalam sebuah pertemuan penting di Jakarta pada Jumat (13/3) lalu.
Pertemuan tersebut melibatkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, serta atlet kickboxing nasional Viona Amalia Adinda Putri, yang merupakan salah satu korban dugaan pelecehan seksual. Marciano menekankan bahwa insiden semacam ini sangat memalukan dan tidak boleh terjadi di lingkungan olahraga.
Kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa atlet panjat tebing dan atlet kickboxing saat ini sedang dalam proses penanganan hukum oleh pihak kepolisian. KONI Pusat menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum yang berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Sanksi Tegas dan Larangan Permanen bagi Pelaku
Marciano Norman menegaskan bahwa pelaku pelecehan seksual tidak boleh lagi hadir dalam kegiatan olahraga dan tidak boleh menjadi anggota organisasi olahraga di Indonesia selamanya. Hal ini merupakan bentuk komitmen KONI Pusat untuk menciptakan lingkungan olahraga yang aman dan bersih dari tindakan tercela.
Dukungan penuh diberikan kepada langkah Menteri Pemuda dan Olahraga yang berkomitmen memerangi tindakan kekerasan atau pelecehan seksual. Tujuannya adalah untuk memastikan dunia olahraga terbebas dari hal-hal negatif tersebut.
Apabila terduga pelaku dinyatakan bersalah dan telah menjalani proses hukum, sanksi lebih lanjut akan diterapkan. Sanksi ini akan memastikan tidak ada ruang bagi pelaku untuk kembali berkecimpung dalam olahraga Indonesia.
Prioritas Perlindungan dan Dukungan Psikologis Atlet
Selain penindakan tegas terhadap pelaku, Marciano juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi atlet yang menjadi korban. Keamanan atlet selama berlatih dan berkompetisi harus menjadi prioritas utama bagi semua pemangku kepentingan.
Atlet-atlet merupakan patriot dan pejuang di masa damai yang telah mengorbankan banyak hal untuk mengharumkan nama bangsa. Oleh karena itu, mereka berhak mendapatkan perlakuan terbaik dan harus dihormati.
KONI Pusat berupaya memberikan dukungan penanganan dari sisi psikologis melalui pimpinan bidang sport science yang juga Ketua Umum Ikatan Psikologi Olahraga (IPO), Lilik Sudarwati. Psikolog-psikolog olahraga terbaik di KONI siap memberikan dukungan pemulihan mental bagi atlet yang terdampak kasus pelecehan seksual.
Peran Serta Seluruh Insan Olahraga Melawan Pelecehan
Marciano juga mengimbau seluruh organisasi anggota KONI Pusat, pengurus KONI di 38 provinsi, Ibu Kota Nusantara, 81 Induk Cabang Olahraga, serta enam organisasi fungsional, untuk memberikan perhatian serius. Tujuannya adalah memastikan kasus pelecehan seksual tidak terulang kembali di masa mendatang.
Seluruh insan olahraga, termasuk orang tua atlet, diimbau agar tidak ragu melapor ke KONI Pusat. Pelaporan dapat dilakukan melalui surat maupun media sosial apabila menemukan kejadian yang mengarah pada pelecehan seksual.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem olahraga yang lebih aman, nyaman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas serta kemanusiaan. Kesadaran kolektif adalah kunci untuk memberantas pelecehan seksual di lingkungan olahraga.
Sumber: AntaraNews