FAJI Optimis Arung Jeram Kembali Berlaga di PON 2028 NTB-NTT
Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) terus berkoordinasi intensif dengan tuan rumah NTB-NTT demi memastikan cabang olahraga Arung Jeram kembali dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, didukung penuh oleh KONI Pusat.
Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) sedang gencar melakukan koordinasi dengan pihak tuan rumah terkait penyelenggaraan kompetisi arung jeram di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Upaya ini bertujuan untuk memastikan cabang olahraga ini kembali menjadi bagian dari ajang olahraga nasional tersebut. Ketua Umum PB FAJI, Oni Junianto, menyatakan bahwa koordinasi ini telah menunjukkan hasil positif dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Oni Junianto menjelaskan bahwa kesiapan dari NTT telah disampaikan dalam rapat terakhir, menunjukkan komitmen tuan rumah. Dukungan kuat dari Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menjadi langkah penting untuk mewujudkan kompetisi arung jeram di PON 2028. Kepastian ini sangat dinantikan oleh seluruh pegiat olahraga arung jeram di Indonesia.
Penentuan akhir mengenai masuknya arung jeram dalam daftar cabang olahraga PON 2028 akan diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat. Rakernas ini dijadwalkan berlangsung pada 21 Mei 2026. Kesiapan tuan rumah menjadi modal utama agar arung jeram dapat kembali dipertandingkan di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTB-NTT).
Kesiapan Tuan Rumah dan Dukungan KONI Pusat untuk Arung Jeram PON 2028
Kesiapan tuan rumah NTB-NTT menjadi faktor krusial dalam upaya PB FAJI untuk mengembalikan arung jeram ke kancah PON 2028. Oni Junianto menegaskan bahwa komitmen dari kedua provinsi tersebut sangat penting sebagai dasar pengajuan kepada KONI Pusat. Dengan adanya kesiapan ini, PB FAJI memiliki argumen kuat untuk meyakinkan pihak penyelenggara.
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap inisiatif PB FAJI ini. Ia melihat potensi besar pada cabang olahraga arung jeram dan mengapresiasi kerja keras PB FAJI dalam berkoordinasi dengan tuan rumah. Dukungan ini diharapkan dapat memperlancar proses persetujuan di tingkat Rakernas KONI Pusat.
Marciano Norman juga menambahkan bahwa NTT-NTB sedang bekerja sama erat untuk mengusulkan arung jeram sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan. Ini menunjukkan sinergi positif antara federasi olahraga, tuan rumah, dan induk organisasi olahraga nasional. Keputusan akhir akan sangat bergantung pada hasil Rakernas yang akan datang.
Perkembangan dan Prestasi Arung Jeram Nasional
Arung jeram bukan kali pertama tampil di ajang olahraga bergengsi nasional. Cabang olahraga ini telah berhasil dipertandingkan pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, menandai tonggak penting dalam sejarahnya. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa arung jeram memiliki daya tarik dan potensi kompetitif yang tinggi.
Marciano Norman menilai keikutsertaan arung jeram pada PON 2024 merupakan catatan penting bagi perkembangan olahraga ini di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa arung jeram semakin dikenal dan mendapatkan pengakuan. Pengalaman di PON sebelumnya menjadi modal berharga untuk pengajuan di PON 2028.
Selain itu, prestasi atlet arung jeram Indonesia di kancah internasional turut menjadi kebanggaan. Marciano Norman mengapresiasi perolehan medali emas pada ajang International Rafting Federation (IRF World) Rafting Championship 2025 di Perak, Malaysia. Capaian ini tidak hanya mengharumkan nama bangsa tetapi juga menunjukkan perkembangan positif arung jeram nasional.
Sumber: AntaraNews