Inovasi BRIN: Pelat Karet Perlintasan Kereta Tingkatkan Keamanan dan Kurangi Kecelakaan
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan pelat karet inovatif untuk perlintasan kereta api, solusi cerdas untuk mengurangi kecelakaan dan meningkatkan keamanan. Bagaimana teknologi ini bekerja?
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menghadirkan inovasi berupa pelat karet perlintasan (RCP) guna meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api. Teknologi ini dirancang khusus untuk menggantikan material konvensional seperti beton dan aspal yang selama ini umum digunakan.
Peneliti Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Ade Sholeh Hidayat, menjelaskan bahwa berbagai insiden kecelakaan di perlintasan sebidang tidak hanya disebabkan oleh faktor manusia. Kondisi teknis yang kurang optimal, seperti permukaan tidak rata, licin, dan getaran tinggi, juga menjadi pemicu kendaraan tersangkut atau kehilangan kendali di atas rel.
“RCP menawarkan pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap beban dinamis dan kondisi lingkungan ekstrem, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” ujar Ade Sholeh Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, pada Sabtu, 16 Mei.
Mengapa Pelat Karet Menjadi Solusi Unggul?
Kecelakaan di perlintasan kereta api seringkali dipicu oleh kondisi infrastruktur yang kurang memadai, seperti permukaan yang tidak rata atau licin, serta getaran tinggi yang dapat membahayakan pengguna jalan. Material konvensional seperti beton dan aspal memiliki keterbatasan dalam mengatasi beban dinamis dan kondisi lingkungan ekstrem.
Tim peneliti BRIN telah berhasil mengembangkan teknologi RCP yang kini siap untuk diimplementasikan secara luas. Material ini diformulasikan dari karet alam yang dipadukan dengan aditif kompatibilizer dan filler khusus.
Kombinasi material tersebut menghasilkan pelat perlintasan yang sangat elastis dan mampu menyerap getaran tinggi. Selain itu, RCP juga tahan terhadap beban statis dan dinamis, serta memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca ekstrem, korosi, dan keausan.
Keunggulan Teknis dan Manfaat Lingkungan Pelat Karet Perlintasan
Permukaan RCP didesain secara presisi dan anti-selip, menciptakan lintasan yang lebih rata dan stabil. Hal ini secara signifikan mengurangi risiko kendaraan tergelincir atau tersangkut di rel kereta api.
Kemampuan material dalam meredam getaran juga meningkatkan stabilitas kendaraan saat melintas dan mengurangi tingkat kebisingan di sekitar perlintasan. Ade Sholeh Hidayat menjelaskan bahwa pengembangan RCP dilakukan melalui rekayasa komposit elastomer dan mineral dengan optimasi rasio campuran antara karet dan aditif.
“Produk ini juga telah melalui berbagai pengujian seperti uji statis, fatigue, getaran, kebisingan, hingga ketahanan lingkungan terhadap sinar UV, air, dan suhu ekstrem,” kata Ade. Teknologi ini juga strategis karena mendukung hilirisasi sumber daya karet alam Indonesia, mengurangi ketergantungan pada material impor.
Lebih lanjut, pemanfaatan limbah mineral sebagai material pengisi sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan target dekarbonisasi di sektor transportasi nasional.
Potensi Adopsi Nasional dan Peningkatan Keamanan
Jika diadopsi secara luas oleh operator kereta api PT Kereta Api Indonesia (Persero), teknologi RCP berpotensi menjadi standar baru untuk infrastruktur perlintasan sebidang di Indonesia.
Infrastruktur yang lebih elastis, tahan lama, dan aman ini dapat secara signifikan menurunkan risiko kecelakaan. Selain itu, penggunaan RCP juga meningkatkan kenyamanan bagi pengguna jalan yang melintasi rel.
“Infrastruktur yang lebih elastis, tahan lama, dan aman ini dapat secara signifikan menurunkan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan,” pungkas Ade Sholeh Hidayat.
Sumber: AntaraNews