Arus Balik Lebaran 2026 di Terminal Lempake Samarinda Lebih Tinggi dari Mudik
Terminal Lempake Samarinda mencatat lonjakan signifikan pada arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M, dengan jumlah penumpang yang kembali jauh melebihi keberangkatan mudik. Fenomena ini menunjukkan pola pergerakan yang menarik perhatian di Arus Balik
Samarinda, Kalimantan Timur - Pergerakan penumpang di Terminal Lempake Samarinda selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi menunjukkan tren yang menarik. Data terbaru mengungkapkan bahwa jumlah penumpang pada arus balik tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan arus mudik. Ratusan penumpang memadati terminal setiap harinya, menandakan aktivitas mobilitas yang padat pasca-perayaan Lebaran.
Koordinator Terminal Lempake Samarinda, Suharyanto, menjelaskan bahwa puncak arus balik terjadi pada H+3 Lebaran, atau Selasa, 24 Maret 2026. Pada hari tersebut, sebanyak 120 orang penumpang tiba di Samarinda menggunakan enam bus, sementara 345 orang berangkat menuju Bontang dan Sangatta dengan 15 bus.
Kondisi ini mengindikasikan adanya pergeseran pola perjalanan masyarakat, di mana banyak warga yang memilih untuk kembali setelah beberapa hari merayakan Lebaran di kampung halaman atau destinasi lain. Lonjakan ini menjadi perhatian utama bagi pengelola terminal dan pihak terkait untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan para penumpang.
Arus Balik Dominasi Pergerakan Penumpang
Data yang dihimpun dari Terminal Lempake Samarinda menunjukkan dominasi jumlah penumpang pada periode arus balik. Pada H+2 Lebaran, Senin, 23 Maret 2026, sebanyak 180 penumpang tiba di Samarinda dengan lima bus, sementara 247 penumpang berangkat menuju Bontang dan Sangatta menggunakan sepuluh unit bus.
Tren serupa juga terlihat pada H+1 Lebaran, Minggu, 22 Maret 2026, di mana 130 penumpang tiba di Samarinda dengan lima bus. Sementara itu, 200 penumpang berangkat ke tujuan lain menggunakan sepuluh bus. Terminal tidak beroperasi pada hari H Lebaran, Sabtu, 21 Maret, sehingga tidak ada aktivitas pemberangkatan maupun kedatangan penumpang.
Angka-angka ini secara konsisten menunjukkan bahwa volume kedatangan penumpang ke Samarinda pada masa arus balik cenderung tinggi. Hal ini menyoroti pentingnya persiapan infrastruktur dan layanan transportasi untuk mengakomodasi lonjakan tersebut.
Dinamika Arus Mudik di Terminal Lempake
Berbeda dengan arus balik, aktivitas mudik dari Terminal Lempake Samarinda mulai terasa sejak H-8 Lebaran, atau 13 Maret 2026. Sebelum periode tersebut, rata-rata hanya sekitar empat bus yang datang dan lima bus yang berangkat setiap harinya.
Pada 13 Maret, jumlah kedatangan penumpang tercatat 106 orang dengan tujuh bus, sedangkan keberangkatan mencapai 159 orang dengan delapan bus. Selanjutnya, pada H-7 (14 Maret), tujuh bus membawa 169 penumpang tiba, sementara delapan bus mengangkut 247 penumpang menuju Bontang dan Sangatta. Puncak mudik terjadi pada H-6 (15 Maret) dengan 199 penumpang tiba menggunakan sembilan bus, dan 271 penumpang mudik ke Bontang dan Sangatta dengan 11 bus.
Data menunjukkan bahwa pergerakan mudik cenderung lebih merata dan tidak setinggi arus balik. Pada H-5 (16 Maret), 153 penumpang datang dan 177 berangkat. H-4 (17 Maret) mencatat 134 kedatangan dan 187 keberangkatan. H-3 (18 Maret) ada 211 kedatangan dan 221 keberangkatan. H-2 (19 Maret) 235 kedatangan dan 240 keberangkatan. Menjelang hari H, pada H-1 (20 Maret), aktivitas menurun dengan 70 kedatangan dan 73 keberangkatan.
Pengelolaan Terminal dan Armada Transportasi
Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur bertanggung jawab atas pengelolaan tujuh terminal tipe B untuk angkutan antarkota dalam provinsi, termasuk Terminal Lempake Samarinda, Terminal Bontang, Terminal Sangatta, dan Terminal Sungai Kunjang Samarinda. Pengelolaan ini memastikan koordinasi dan standarisasi layanan di seluruh terminal yang berada di bawah wewenangnya.
Menurut Marsel Reza Perkasa, staf Koordinator Terminal Lempake, saat ini terdapat 20 unit bus yang beroperasi di Terminal Lempake Samarinda. Dari jumlah tersebut, 11 bus melayani trayek Samarinda – Bontang, dan sembilan bus melayani trayek Samarinda – Sangatta. Ketersediaan armada ini menjadi krusial dalam menunjang kelancaran arus penumpang, baik saat mudik maupun arus balik, terutama dengan pola pergerakan yang cenderung dinamis.
Sumber: AntaraNews