Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah mempercepat pembangunan fasilitas tambat kapal berkapasitas besar di sepanjang alur Sungai Mahakam, Samarinda. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur transportasi air di wilayah tersebut. Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Pembangunan tambat kapal ini menjadi solusi untuk mengatasi padatnya aktivitas pelayaran di sungai vital tersebut. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor jasa kepelabuhanan. Fasilitas ini juga akan meningkatkan efisiensi logistik di Kalimantan Timur.
Menurut Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Ahmad Maslihuddin, proyek ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2026. Pembangunan tahap awal akan difokuskan di dua lokasi strategis, yakni kawasan Sungai Kunjang dan Sungai Lais, untuk memaksimalkan dampak positifnya.
Advertisement
Advertisement
Desain dan Lokasi Strategis Tambat Kapal
Dishub Kaltim telah merancang pembangunan fasilitas tambat kapal ini dengan efisien, memastikan daya tampung maksimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan pelayaran. Tahap awal proyek akan berpusat di dua area kunci yang memiliki lalu lintas padat di Sungai Mahakam.
Di kawasan Sungai Kunjang, perencanaan teknis Dishub Kaltim mencakup pembangunan enam unit tiang tambat atau dolphin. Sementara itu, untuk kawasan Sungai Lais, dialokasikan sebanyak sepuluh unit tiang tambat, menunjukkan skala proyek yang signifikan.
Dengan demikian, total terdapat enam belas titik tambat yang akan dibangun pada fase pertama proyek ini. Setiap unit dolphin dirancang dengan kapasitas tinggi, mampu melayani lebih dari satu kapal secara bersamaan, meningkatkan kapasitas sandar secara drastis.
Advertisement
Maslihuddin menjelaskan bahwa satu dolphin dapat digunakan hingga tiga lapis sandar, memungkinkan satu titik tambat mengakomodasi beberapa kapal sekaligus. Konsep ini sangat efektif untuk melayani kapal-kapal yang membutuhkan area sandar sementara di tengah padatnya lalu lintas Sungai Mahakam.
Advertisement
Kajian Teknis dan Potensi Penambahan Titik
Saat ini, Dishub Kaltim masih melakukan kajian mendalam terkait desain konstruksi fasilitas tambat kapal. Tujuan utama dari kajian ini adalah untuk menemukan model pembangunan yang lebih ekonomis namun tetap mempertahankan kekokohan struktur yang optimal.
Penyederhanaan desain konstruksi tanpa mengurangi fungsi keamanan menjadi fokus utama dalam proses kajian tersebut. Jika upaya ini berhasil dilakukan, ada potensi besar untuk menambah jumlah titik tambat yang akan dibangun di masa mendatang.
Maslihuddin menyebutkan bahwa jika konstruksi dapat disederhanakan dan anggaran menjadi lebih efisien, jumlah titik tambat berpotensi bertambah. Dari rencana awal enam belas titik, jumlahnya bisa meningkat menjadi sekitar dua puluh titik tambat, menunjukkan fleksibilitas proyek.
Advertisement
Optimasi anggaran dan desain ini diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi transportasi air di Sungai Mahakam. Proyek ini juga diharapkan dapat menjadi contoh pembangunan infrastruktur yang efisien dan berkelanjutan bagi daerah lain.
Advertisement
Dampak Ekonomi dan Posisi Strategis Kaltim
Proyek infrastruktur tambat kapal ini tidak hanya bertujuan untuk memperlancar arus logistik dan pelayaran di Sungai Mahakam. Keberadaan fasilitas ini juga diharapkan menjadi sumber baru bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor jasa kepelabuhanan.
Melalui sektor jasa kepelabuhanan, Pemprov Kaltim menargetkan peningkatan signifikan dalam penerimaan daerah. Hal ini akan mendukung pembangunan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur secara berkelanjutan.
Dengan infrastruktur yang lebih mumpuni, Pemprov Kaltim optimistis daya saing logistik jalur sungai akan meningkat secara signifikan. Peningkatan ini sejalan dengan posisi strategis Kalimantan Timur sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
Advertisement
Penguatan infrastruktur transportasi air di Sungai Mahakam akan mendukung konektivitas dan distribusi barang menuju IKN. Ini memperkuat peran Kaltim sebagai pusat logistik dan ekonomi di masa depan, menjadikannya hub penting di Indonesia.
Sumber: AntaraNews